Liganesia – Romelu Lukaku resmi membuka lembaran baru dalam kariernya setelah meninggalkan Napoli dan bergabung dengan Fenerbahce. Penyerang asal Belgia tersebut memilih melanjutkan perjalanan di Turki setelah melewati periode yang cukup sulit bersama klub Italia itu.
Fenerbahce mendatangkan Lukaku pada bursa transfer musim panas 2026 dengan biaya sekitar 6 juta euro. Pemain yang dikenal dengan julukan Big Rom tersebut kemudian mendapatkan kontrak selama dua tahun.
Kepindahan ini menjadi babak baru bagi Lukaku setelah situasi di Napoli semakin tidak menguntungkan. Ia bahkan secara terbuka mengungkapkan bahwa periode terakhirnya bersama Partenopei merupakan salah satu masa paling berat dalam hidupnya.
Lukaku Tinggalkan Napoli Setelah Masa Sulit
Lukaku bergabung dengan Napoli pada 2024. Selama membela klub tersebut, ia mencatatkan 45 penampilan di berbagai kompetisi dengan torehan 15 gol dan 11 assist.
Namun, perjalanan Lukaku di Napoli tidak berjalan mulus hingga akhir. Cedera hamstring yang dialaminya pada musim panas 2025 membuat sang striker harus menepi cukup lama.
Ia baru kembali mendekati awal 2026. Setelah pulih, kesempatan bermain yang didapatkannya ternyata sangat terbatas.
Pada sisa musim 2025/2026, Lukaku hanya tampil sebanyak enam kali. Menariknya, seluruh penampilan tersebut dijalaninya sebagai pemain pengganti.
Situasi tersebut membuat posisi Lukaku di Napoli semakin tidak jelas. Klub kemudian memasukkannya ke dalam daftar pemain yang dapat dilepas sebelum akhirnya Fenerbahce datang membawa tawaran.
Lukaku Sebut Tahun 2025 sebagai Masa Terburuk
Setelah resmi meninggalkan Napoli, Lukaku tidak menutupi kekecewaannya terhadap apa yang terjadi selama periode terakhirnya di Italia.
Ia bahkan menyebut 2025 sebagai tahun terburuk dalam hidupnya. Menurut Lukaku, ada berbagai hal yang didengarnya dan sejumlah keputusan yang sudah dibuat terkait dirinya.
“Ini adalah tahun terburuk dalam hidup saya. Saya mendengar banyak hal, dan beberapa keputusan telah dibuat. Jika itu situasinya, hal terbaik adalah pergi,” ujar Lukaku, seperti dilansir AS Diario.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa keputusan pindah ke Fenerbahce bukan semata-mata karena tawaran klub baru. Lukaku merasa membutuhkan lingkungan yang dapat memberinya kembali motivasi untuk bermain.
Bantah Kondisi Fisik Jadi Masalah
Lukaku juga menyinggung isu mengenai kondisi fisiknya yang disebut tidak cukup bugar untuk bermain.
Striker berusia 33 tahun itu membantah anggapan tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya dalam kondisi siap tampil dan menilai pemberitaan mengenai kebugarannya tidak sesuai dengan kenyataan.
“Klaim bahwa saya tidak fit sama sekali salah. Mereka mungkin mengatakan itu di Italia untuk merusak peluang saya. Saya 100% fit dan siap bermain,” tegasnya.
Komentar tersebut menunjukkan bahwa Lukaku ingin meninggalkan Napoli tanpa menerima begitu saja narasi mengenai penurunan kondisi fisiknya.
Setelah melewati masa pemulihan cedera, ia kini ingin membuktikan bahwa dirinya masih mampu tampil kompetitif di level tinggi.
Fenerbahce Jadi Tantangan Baru
Bersama Fenerbahce, Lukaku memiliki kesempatan untuk membangun kembali kariernya. Klub asal Istanbul tersebut merupakan salah satu kekuatan utama sepakbola Turki dan memiliki ambisi besar untuk bersaing dalam perebutan gelar.
Lukaku pun melihat kepindahan tersebut sebagai kesempatan untuk kembali mendapatkan motivasi. Ia masih ingin merasakan persaingan di level tertinggi meski usianya sudah menginjak 33 tahun.
“Saya membutuhkan motivasi hingga akhir karier saya. Ini yang terbaik untuk saya. Saya ingin terus berkompetisi di level tertinggi,” kata Lukaku.
Ia juga berharap bisa mempersembahkan gelar untuk klub barunya dan mendapatkan kesempatan tampil di kompetisi Eropa paling bergengsi.
“Saya berada di liga yang kuat, berjuang untuk meraih gelar, dan siapa tahu, mungkin bahkan bermain di Liga Champions,” lanjutnya.
Masih Punya Target Besar
Kepindahan ke Fenerbahce memperlihatkan bahwa Lukaku belum berniat mengakhiri karier di level kompetitif. Pengalaman panjangnya bersama klub-klub besar seperti Inter Milan, Chelsea, dan Napoli menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan baru di Turki.
Kini, tugas berikutnya adalah mengembalikan konsistensi permainan setelah musim yang terganggu cedera dan minim kesempatan tampil.
Fenerbahce tentu berharap pengalaman serta kekuatan fisik Lukaku dapat memberikan tambahan besar di lini depan. Sementara bagi sang striker, klub Turki tersebut menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa dirinya masih mampu menjadi penyerang penting.
Dengan kontrak hingga 2028, Lukaku memiliki waktu untuk membangun kembali kepercayaan dirinya sekaligus menutup karier dengan pencapaian yang lebih positif.
Bagi Napoli, kepergian Lukaku menandai berakhirnya kerja sama yang sempat menjanjikan tetapi akhirnya dipenuhi persoalan. Sedangkan bagi Fenerbahce, kedatangan Big Rom bisa menjadi salah satu transfer penting yang diharapkan mampu membawa mereka bersaing memperebutkan trofi.







