Jose Mourinho Bela Vinicius: Pemain Espanyol Disebut Sengaja Memprovokasi

- Redaksi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: AP Photo/Pedro Rocha

i

Foto: AP Photo/Pedro Rocha

Liganesia Jose Mourinho memberikan pembelaan kepada Vinicius Junior setelah Real Madrid meraih kemenangan atas Espanyol pada pekan pertama LaLiga 2026/2027. Pelatih asal Portugal itu menilai winger Brasil tersebut mendapat perlakuan berlebihan sepanjang pertandingan.

Real Madrid berhasil mengalahkan Espanyol dengan skor 2-1 di RCDE Stadium, Minggu (23/8/2026) dini hari WIB. Kemenangan tersebut menjadi awal positif Los Blancos dalam perjalanan mereka di LaLiga musim ini.

Namun, pertandingan tidak hanya menjadi sorotan karena hasil akhir. Vinicius juga menjadi pusat perhatian setelah beberapa kali terlibat dalam duel dengan pemain Espanyol.

Mourinho menilai perlakuan terhadap pemainnya bukan sekadar kontak biasa dalam pertandingan. Menurutnya, terdapat pola tertentu yang membuat Vinicius terus menjadi sasaran lawan.

Vinicius Sudah Mendapat Tekanan Sejak Awal

Salah satu insiden terjadi pada menit-menit awal pertandingan.

Vinicius mendapat pelanggaran dari Alex Calatrava. Setelah terjatuh, winger Madrid tersebut kemudian terlihat mendapat tendangan dari pemain Espanyol.

Para pemain Real Madrid langsung memprotes kejadian tersebut. Mereka menilai tindakan Calatrava layak mendapatkan hukuman dari wasit.

Namun, wasit tidak mengeluarkan kartu untuk insiden tersebut.

Bagi Mourinho, kejadian itu menjadi gambaran bagaimana Vinicius diperlakukan sepanjang pertandingan. Ia bahkan menilai tekanan terhadap pemain Brasil tersebut sudah dimulai sejak pertandingan baru berjalan.

“Vini memang bukan santo, tapi apa yang orang-orang lakukan kepadanya terlalu berlebihan,” ujar Mourinho, dikutip dari ESPN.

Mourinho mengakui Vinicius bukan pemain yang selalu terbebas dari kesalahan. Namun, menurutnya, hal tersebut tidak membenarkan perlakuan yang diterima pemain berusia tersebut.

Mourinho Sebut Ada Pola Provokasi

Mourinho kemudian menjelaskan bagaimana ia melihat perlakuan pemain Espanyol terhadap Vinicius.

Menurutnya, pelanggaran terhadap pemain Madrid tersebut dilakukan secara bergantian sehingga sulit bagi wasit untuk melihatnya sebagai sebuah pola.

“Itu dimulai di menit pertama. Itu sesuatu yang punya format, satu lawan ke lawan lainnya dan ke yang lainnya, ‘aku melanggar dia, lalu kamu melanggar dia, kalau aku dapat kartu kuning, kamu yang melakukannya …'” kata Mourinho.

Pelatih Madrid tersebut menilai situasi seperti itu dapat mengganggu konsentrasi Vinicius. Sebagai pemain yang mengandalkan kecepatan, kemampuan menggiring bola, serta keberanian melakukan duel satu lawan satu, Vinicius memang kerap menjadi sasaran penjagaan ketat lawan.

Mourinho tidak ingin pemainnya kehilangan fokus hanya karena terpancing provokasi.

Vinicius Diminta Tetap Mengontrol Emosi

Menariknya, Mourinho juga memberikan pesan kepada Vinicius sendiri. Ia meminta pemainnya tetap menjaga emosi meskipun terus mendapatkan tekanan.

Baca Juga:  Prediksi Skor Real Madrid Vs Bayern Munchen Leg 1 Babak Perempatfinal Liga Champions

Menurut Mourinho, pemain Madrid harus mampu mengendalikan reaksinya dalam situasi sulit. Bahkan, Vinicius diminta berhati-hati ketika merayakan gol agar tidak memberikan kesempatan kepada lawan maupun penonton untuk memperbesar situasi.

“Ini bikin dia frustrasi. Dia harus punya kontrol emosi yang luar biasa. Saya bilang kepadanya (Vini) bahkan jika kamu mencetak gol, hati-hati dengan bagaimana kamu merayakannya,” ujar Mourinho.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa Mourinho memahami tekanan yang dihadapi Vinicius. Namun, ia juga menyadari bahwa reaksi emosional pemain bisa berpengaruh terhadap jalannya pertandingan dan merugikan tim sendiri.

Mourinho Soroti Sikap Penonton

Tidak hanya pemain lawan, Mourinho juga menyinggung perilaku penonton.

Menurutnya, Vinicius menghadapi tekanan dari berbagai arah ketika bermain. Kondisi tersebut membuat pemain Brasil itu harus memiliki ketahanan mental yang kuat.

“Ini sulit. Kita di era sosial antiperisakan, tapi soal Vini, kita masih di era perisakan, apakah itu dari lawan atau dari publik,” kata Mourinho.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian karena Mourinho tidak hanya membahas duel di atas lapangan, tetapi juga atmosfer yang diterima Vinicius dari tribun.

Bagi Mourinho, seorang pemain seharusnya tetap bisa mendapatkan perlindungan dan diperlakukan secara wajar, terlepas dari reputasi atau gaya bermainnya.

Madrid Tetap Pulang Membawa Tiga Poin

Di tengah kontroversi tersebut, Real Madrid tetap berhasil menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan.

Madrid sempat unggul melalui Jude Bellingham pada menit ke-9. Espanyol kemudian menyamakan skor lewat Alex Calatrava pada menit ke-30.

Pertandingan tampak akan berakhir imbang sebelum Carlos Espi mencetak gol pada menit ke-90. Pemain pengganti tersebut memanfaatkan bola liar setelah Vinicius dan kemudian menaklukkan kiper Espanyol Marko Dmitrovic.

Gol Espi memastikan Madrid menang 2-1 dan membawa pulang tiga poin.

Hasil tersebut menjadi modal penting bagi Mourinho dan skuadnya dalam mengawali musim. Namun, persoalan mengenai perlakuan terhadap Vinicius juga menjadi pekerjaan yang harus diperhatikan.

Bagi kamu yang mengikuti perjalanan Real Madrid musim ini, kemampuan Vinicius mengelola tekanan akan menjadi salah satu hal menarik untuk diperhatikan. Selain dituntut memberikan kontribusi di lapangan, ia juga harus mampu menjaga fokus ketika menghadapi penjagaan ketat maupun provokasi lawan.

Mourinho sendiri telah memberikan sinyal jelas bahwa ia akan berada di belakang pemainnya. Tetapi pada saat yang sama, sang pelatih juga meminta Vinicius untuk tidak terpancing dan tetap menunjukkan profesionalisme.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Espanyol Vs Real Madrid: Gol Telat Carlos Espi Bawa El Real Raih Kemenangan
Jadwal Liga Spanyol Pekan Kedua: Barcelona dan Real Madrid Akhirnya Debut
Real Betis Tolak Tawaran Rp 1 Triliun untuk Antony
Nicolas Jackson Masuk Radar Atletico Madrid, Bisa Jadi Pengganti Julian Alvarez
Jadwal LaLiga Pekan Ini: Barcelona, Real Madrid, dan Atletico Belum Tampil
Frenkie de Jong Cedera Parah, Barcelona Terancam Kehilangan Motor Lini Tengah
Michael Olise Buka Peluang Gabung Real Madrid, Bayern Mulai Waspada
Resmi! Florentino Perez Terpilih Lagi Jadi Presiden Real Madrid
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Jose Mourinho Bela Vinicius: Pemain Espanyol Disebut Sengaja Memprovokasi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:20 WIB

Jadwal Liga Spanyol Pekan Kedua: Barcelona dan Real Madrid Akhirnya Debut

Rabu, 19 Agustus 2026 - 22:15 WIB

Real Betis Tolak Tawaran Rp 1 Triliun untuk Antony

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:56 WIB

Nicolas Jackson Masuk Radar Atletico Madrid, Bisa Jadi Pengganti Julian Alvarez

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:07 WIB

Jadwal LaLiga Pekan Ini: Barcelona, Real Madrid, dan Atletico Belum Tampil

Berita Terbaru