Usai Dikalahkan Afrika Selatan, Korea Selatan Langsung Kehilangan Percaya Diri

- Redaksi

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: REUTERS/Amanda Perobelli

i

Foto: REUTERS/Amanda Perobelli

Liganesia – Kekalahan Korea Selatan dari Afrika Selatan pada laga terakhir Grup A Piala Dunia 2026 meninggalkan dampak besar bagi Taegeuk Warriors.

Bukan hanya gagal meraih poin penting, hasil tersebut juga disebut membuat kepercayaan diri para pemain menurun jelang penentuan nasib mereka di turnamen.

Laga yang berlangsung di Estadio Monterrey berakhir dengan skor tipis 0-1 untuk kemenangan Afrika Selatan.

Gol tunggal Thapelo Maseko pada babak kedua menjadi pembeda sekaligus memastikan Bafana Bafana melangkah ke babak 32 besar.

Korea Selatan Dominan, tapi Sulit Ciptakan Peluang

Secara statistik, Korea Selatan sebenarnya tampil cukup dominan. Mereka menguasai sekitar 60 persen penguasaan bola dan berusaha mengontrol jalannya pertandingan sejak menit awal.

Namun dominasi tersebut tidak mampu dikonversi menjadi peluang berbahaya. Dari delapan percobaan yang dilepaskan, hanya tiga yang benar-benar mengarah ke gawang Afrika Selatan.

Solidnya organisasi pertahanan lawan membuat para pemain Korea Selatan kesulitan menemukan ruang untuk membangun serangan. Berkali-kali upaya mereka terhenti sebelum memasuki area berbahaya.

Hal ini menunjukkan bahwa penguasaan bola saja tidak cukup jika tidak dibarengi kreativitas dan efektivitas saat menyelesaikan peluang.

Pelatih Soroti Banyak Kesalahan di Lini Tengah

Usai pertandingan, pelatih Korea Selatan Hong Myung-bo mengakui timnya tampil jauh di bawah standar.

Menurutnya, salah satu penyebab utama kekalahan adalah terlalu banyak kesalahan yang terjadi di sektor tengah.

Kesalahan-kesalahan tersebut membuat aliran bola menjadi tidak lancar dan memberi kesempatan Afrika Selatan melakukan serangan balik.

Situasi itu juga berdampak pada mental para pemain. Semakin banyak kesalahan yang terjadi, semakin menurun pula rasa percaya diri skuad Taegeuk Warriors selama pertandingan berlangsung.

Baca Juga:  Link Live Streaming Yordania Vs Aljazair Hari Ini, Selasa 23 Juni 2026

Padahal, Korea Selatan datang ke laga tersebut dengan persiapan yang cukup matang dan memahami strategi yang harus dijalankan.

Mental Tim Jadi Sorotan

Dalam sepak bola level internasional, faktor mental sering kali menjadi pembeda saat pertandingan berlangsung ketat.

Kehilangan kepercayaan diri membuat para pemain cenderung ragu mengambil keputusan, baik saat menguasai bola maupun ketika harus melepaskan umpan atau tembakan.

Kondisi seperti ini terlihat jelas dalam permainan Korea Selatan. Mereka kesulitan menjaga tempo permainan dan gagal menunjukkan agresivitas yang biasanya menjadi ciri khas tim tersebut.

Jika ingin melangkah lebih jauh di turnamen, aspek mental tentu menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.

Peluang Lolos Masih Terbuka

Meski kalah, perjalanan Korea Selatan di Piala Dunia 2026 belum benar-benar berakhir.

Saat ini mereka masih menunggu hasil pertandingan dari grup lain untuk mengetahui apakah bisa melaju ke babak 32 besar melalui jalur delapan peringkat ketiga terbaik.

Peluang tersebut memang masih terbuka, tetapi nasib mereka kini tidak lagi berada di tangan sendiri. Korea Selatan harus berharap hasil di grup lain berjalan sesuai skenario yang menguntungkan.

Jika berhasil lolos, tim asuhan Hong Myung-bo harus segera memperbaiki performa, terutama di lini tengah yang menjadi titik lemah saat menghadapi Afrika Selatan.

Dengan kualitas pemain yang dimiliki, Korea Selatan sebenarnya masih memiliki potensi untuk bersaing di fase gugur.

Namun mereka harus mampu mengembalikan kepercayaan diri dan meningkatkan efektivitas permainan agar tidak kembali kehilangan momentum di pertandingan berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Akanji: Swiss Bisa Saja Jadi Juara Dunia Jika Insiden Kartu Merah Itu Tak Terjadi
FIFA Dikabarkan Ingin Lepas Sebagian Kepemilikan Piala Dunia, UEFA Beri Penolakan Keras
Donald Trump Buka Suara Soal Topi yang Dipakai Ferran Torres Saat Perayaan Juara Piala Dunia 2026
Bikin Haru, Pedro Porro Persembahkan Medali Juara Piala Dunia 2026 untuk Sang Kakek
Meksiko Dipuji Jadi Tuan Rumah Terbaik Piala Dunia 2026
Spanyol Jadi Raja Baru di Ranking FIFA, Argentina Tergusur
Madrid Membara! Parade Juara Piala Dunia Spanyol Disambut Lautan Suporter
Boikot Final Piala Dunia, Ini Penyebab Presiden UEFA Geram ke FIFA
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 00:26 WIB

Akanji: Swiss Bisa Saja Jadi Juara Dunia Jika Insiden Kartu Merah Itu Tak Terjadi

Rabu, 29 Juli 2026 - 06:35 WIB

FIFA Dikabarkan Ingin Lepas Sebagian Kepemilikan Piala Dunia, UEFA Beri Penolakan Keras

Senin, 27 Juli 2026 - 01:39 WIB

Donald Trump Buka Suara Soal Topi yang Dipakai Ferran Torres Saat Perayaan Juara Piala Dunia 2026

Jumat, 24 Juli 2026 - 06:15 WIB

Bikin Haru, Pedro Porro Persembahkan Medali Juara Piala Dunia 2026 untuk Sang Kakek

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:40 WIB

Meksiko Dipuji Jadi Tuan Rumah Terbaik Piala Dunia 2026

Berita Terbaru