Liganesia – Nama Jude Bellingham kembali menjadi perbincangan hangat di Piala Dunia 2026. Kali ini bukan karena performanya di lapangan, melainkan insiden saat laga Inggris kontra Ghana yang membuat banyak penggemar sepak bola mempertanyakan konsistensi keputusan FIFA.
Gelandang Real Madrid tersebut terlihat berbicara dengan pemain lawan sambil menutupi mulut menggunakan tangan.
Aksi itu memicu kontroversi karena sebelumnya FIFA telah memperkenalkan aturan yang melarang tindakan serupa dalam pertandingan resmi.
Insiden Jude Bellingham Saat Lawan Ghana
Momen tersebut terjadi ketika Inggris menghadapi Ghana pada pertandingan kedua Grup J. Laga berlangsung ketat dan berakhir dengan skor imbang tanpa gol.
Di tengah pertandingan, kamera televisi menangkap Jude Bellingham berbincang dengan kapten Ghana, Jordan Ayew, sambil menutup mulutnya.
Selain itu, pemain berusia 23 tahun tersebut juga beberapa kali terlihat berdebat dengan pemain maupun staf tim Ghana.
Meski situasi sempat memanas, wasit tidak mengeluarkan kartu merah ataupun sanksi lain kepada Bellingham. Keputusan itu langsung memicu berbagai reaksi dari publik.
Kenapa Jadi Kontroversi?
Kontroversi muncul karena FIFA sebelumnya telah menerapkan aturan baru yang melarang pemain menutup mulut saat berbicara kepada lawan selama pertandingan.
Regulasi tersebut mulai diberlakukan di Piala Dunia 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi komunikasi di lapangan sekaligus mencegah potensi tindakan provokatif atau penghinaan yang sulit terdeteksi.
Beberapa hari sebelum insiden Bellingham, gelandang Paraguay Miguel Almiron bahkan langsung mendapat kartu merah karena dianggap melanggar aturan yang sama.
Perbedaan perlakuan inilah yang membuat banyak pihak mempertanyakan konsistensi penerapan regulasi FIFA.
Aturan Baru FIFA Jadi Perdebatan
Larangan menutup mulut saat berbicara merupakan salah satu aturan baru yang diperkenalkan FIFA setelah muncul beberapa kontroversi di kompetisi Eropa musim sebelumnya.
Dengan aturan tersebut, wasit dan perangkat pertandingan diharapkan lebih mudah melakukan evaluasi apabila terjadi dugaan pelanggaran verbal antar pemain.
Namun, hingga kini FIFA belum memberikan penjelasan rinci mengenai apakah setiap tindakan menutup mulut otomatis harus berujung kartu merah, atau masih mempertimbangkan konteks percakapan serta laporan dari ofisial pertandingan.
Hal inilah yang membuat kasus Jude Bellingham menjadi bahan diskusi di kalangan pengamat sepak bola.
Paraguay Dikabarkan Siap Protes
Situasi semakin memanas setelah Federasi Sepak Bola Paraguay disebut tengah mempertimbangkan mengajukan protes resmi kepada FIFA.
Mereka menilai ada perbedaan perlakuan antara kasus Miguel Almiron dan Jude Bellingham. Jika aturan memang berlaku untuk semua peserta, penerapannya dinilai harus dilakukan secara konsisten tanpa melihat nama besar maupun status pemain.
Isu tersebut menjadi salah satu topik yang paling ramai dibahas selama berlangsungnya Piala Dunia 2026.
Performa Inggris Masih Jadi Sorotan
Terlepas dari kontroversi yang melibatkan Jude Bellingham, hasil imbang melawan Ghana juga menjadi perhatian tersendiri bagi Timnas Inggris.
The Three Lions gagal mencetak gol meski mendominasi penguasaan bola dalam sebagian besar pertandingan. Hasil tersebut membuat persaingan di Grup J masih terbuka dan Inggris harus bekerja lebih keras pada laga berikutnya untuk memastikan langkah ke fase gugur.
Di sisi lain, sorotan terhadap Bellingham diperkirakan belum akan mereda sampai FIFA memberikan penjelasan resmi mengenai keputusan wasit dalam insiden tersebut.






