Edu Perez: Timnas Indonesia Bisa Lolos Piala Dunia 2030

- Redaksi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Generated By Gemini Ai

i

Foto: Generated By Gemini Ai

Liganesia Perkembangan sepak bola Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mendapat perhatian dari Eduardo Perez. Mantan bagian dari tim kepelatihan Timnas Indonesia tersebut menilai Garuda memiliki peluang untuk kembali mengejar tiket ke Piala Dunia 2030.

Edu Perez bukan sosok asing bagi sepak bola Indonesia. Pelatih asal Spanyol itu pernah menjadi pelatih kiper Timnas Indonesia ketika Luis Milla menangani skuad Garuda pada periode Januari 2017 hingga Juni 2018.

Setelah hampir satu dekade berlalu, Edu melihat perubahan yang cukup besar. Menurutnya, fondasi sepak bola Indonesia saat ini jauh lebih berkembang dibandingkan ketika dirinya pertama kali bekerja bersama tim nasional.

Ia pun optimistis perkembangan tersebut bisa menjadi modal bagi Indonesia untuk membidik target yang lebih tinggi dalam beberapa tahun mendatang.

Edu Perez Melihat Perubahan Besar

Ketika bergabung dengan tim kepelatihan Luis Milla, Edu datang pada periode yang cukup sulit bagi sepak bola Indonesia. Tim nasional baru melewati masa hukuman FIFA pada 2015 sehingga aktivitas kompetisi internasional sempat terganggu.

Situasi tersebut membuat tim kepelatihan lebih banyak bekerja dengan kelompok usia muda. Skuad U-23 menjadi salah satu fokus utama karena Indonesia ketika itu harus menghadapi sejumlah agenda seperti SEA Games dan Asian Games.

Kini, kondisi tersebut sudah berubah.

Edu mengaku bisa melihat perkembangan pemain-pemain yang dulu berada dalam generasi muda Indonesia. Sebagian dari mereka kemudian mampu berkembang dan bermain di level tertinggi kompetisi domestik.

“Berbeda, sangat berbeda. Itu sudah lama sekali. Saya pikir sekitar delapan tahun lalu. Pada saat itu, seperti yang kita ingat, Indonesia baru saja keluar dari hukuman FIFA,” kata Edu.

Menurutnya, perubahan tersebut menunjukkan bahwa sepak bola Indonesia tidak berhenti berkembang setelah dirinya meninggalkan tim nasional.

Pemain Generasi Lama Mulai Menjadi Pilar

Salah satu hal yang membuat Edu senang adalah melihat pemain-pemain yang dahulu bekerja bersamanya kini sudah memiliki peran penting di level profesional.

“Saat itu, tim senior tidak bisa bertanding. Kami memulai dari tim U-23. Saya sangat senang ketika melihat banyak pemain dari generasi tersebut sekarang bermain di level teratas di Super League,” ujarnya.

Perkembangan pemain menjadi salah satu indikator bahwa pembinaan yang dilakukan Indonesia mulai memberikan hasil.

Bagi Edu, keberadaan pemain yang memiliki pengalaman panjang sejak kelompok usia muda dapat membantu membangun fondasi tim nasional. Apalagi, pemain-pemain tersebut kini tidak hanya memiliki pengalaman di kompetisi domestik, tetapi juga semakin sering mendapatkan pengalaman internasional.

Hal itu membuat persaingan di dalam tim nasional menjadi semakin sehat sekaligus meningkatkan kualitas skuad secara keseluruhan.

Baca Juga:  Usai Tersingkir di Piala Asia 2026, Mimpi Timnas Indonesia U-17 ke Piala Dunia Pupus

Target Piala Dunia 2030 Bukan Hal Mustahil

Indonesia sebelumnya sudah berusaha keras untuk mendapatkan tiket ke Piala Dunia 2026. Meski akhirnya belum berhasil mencapai putaran final, perjalanan tersebut memberikan pengalaman penting bagi skuad Garuda.

Edu melihat kegagalan tersebut bukan sebagai alasan untuk berhenti. Sebaliknya, masih ada waktu untuk melakukan evaluasi dan mempersiapkan generasi berikutnya.

Piala Dunia 2030 akan digelar di Spanyol, Portugal, dan Maroko. Turnamen tersebut menjadi target jangka menengah yang menurut Edu layak diperjuangkan Indonesia.

Ia berharap perkembangan yang sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir dapat terus dilanjutkan.

“Dalam delapan tahun, saya pikir perkembangan sepak bola di Indonesia sangat besar dan tentu saja kita perlu terus mendorong bersama-sama agar sepak bola Indonesia terus berkembang,” tutur Edu.

Ia juga berharap Indonesia bisa kembali mendapatkan kesempatan tampil di panggung terbesar sepak bola dunia pada edisi berikutnya.

“Mudah-mudahan, kita akan tampil di Piala Dunia berikutnya,” tambahnya.

Konsistensi Jadi Kunci

Optimisme Edu tentu tidak berarti perjalanan menuju Piala Dunia 2030 akan mudah. Indonesia masih harus menjaga konsistensi pembinaan pemain dan meningkatkan kualitas kompetisi domestik.

Pengembangan pemain muda juga menjadi bagian penting. Regenerasi harus terus berjalan agar tim nasional tidak hanya bergantung pada satu generasi.

Selain itu, pengalaman bertanding melawan tim-tim kuat Asia juga dibutuhkan. Pertandingan internasional dapat memberikan gambaran mengenai sejauh mana kualitas pemain Indonesia dibandingkan negara lain.

Dukungan terhadap sepak bola nasional juga harus dilakukan secara berkelanjutan. Menurut Edu, perkembangan yang sudah terlihat dalam delapan tahun terakhir perlu dipertahankan agar tidak berhenti di tengah jalan.

Masih Ada Waktu untuk Membangun Skuad

Piala Dunia 2030 masih beberapa tahun lagi. Rentang waktu tersebut bisa dimanfaatkan untuk membentuk tim yang semakin matang.

Pemain muda yang saat ini mulai mendapatkan kesempatan di level profesional memiliki waktu untuk berkembang. Mereka nantinya dapat menjadi bagian penting dari generasi Timnas Indonesia ketika memasuki periode kualifikasi Piala Dunia berikutnya.

Di sisi lain, pengalaman pemain senior juga tetap dibutuhkan untuk memberikan keseimbangan di dalam skuad.

Dengan kombinasi regenerasi, pengalaman internasional, kompetisi domestik yang kompetitif, serta pembinaan yang konsisten, peluang Indonesia untuk kembali mengejar panggung Piala Dunia tetap terbuka.

Bagi Edu Perez, perubahan yang terjadi dalam delapan tahun terakhir menjadi bukti bahwa sepak bola Indonesia memiliki ruang berkembang yang besar. Kini tantangannya adalah menjaga momentum tersebut dan terus membangun fondasi agar target Piala Dunia 2030 bukan sekadar harapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Marselino Ferdinan Dipastikan Absen di Sisa Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Kehilangan Motor Serangan
Timnas Indonesia Vs Argentina Jilid 2? Begini Kata Erick Thohir
Timnas Indonesia Dipastikan Gagal Tampil di Asian Games 2026
Link Live Streaming Indonesia vs Kamboja Hari Ini, Garuda Muda Kejar Posisi Ketiga AFF U-19 2026
AFF U-19 2026: Indonesia dan Kamboja Berebut Posisi Ketiga
Marselino Ferdinan Berpotensi Absen di Piala AFF 2026
Skenario Garuda Muda Lolos ke Semifinal Piala AFF U-19 2026
Link Live Streaming Indonesia vs Myanmar U-19 Malam Ini
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:57 WIB

Edu Perez: Timnas Indonesia Bisa Lolos Piala Dunia 2030

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:20 WIB

Marselino Ferdinan Dipastikan Absen di Sisa Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Kehilangan Motor Serangan

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:00 WIB

Timnas Indonesia Vs Argentina Jilid 2? Begini Kata Erick Thohir

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:00 WIB

Timnas Indonesia Dipastikan Gagal Tampil di Asian Games 2026

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:45 WIB

Link Live Streaming Indonesia vs Kamboja Hari Ini, Garuda Muda Kejar Posisi Ketiga AFF U-19 2026

Berita Terbaru