Liganesia – Laga pekan ke-27 BRI Super League musim 2025/2026 menghadirkan drama menarik. Persija Jakarta tampil luar biasa saat menjamu Persebaya Surabaya.
Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Persija langsung menunjukkan kelasnya sejak menit awal. Atmosfer stadion yang penuh dukungan suporter menjadi energi tambahan bagi Macan Kemayoran untuk tampil agresif.
Tekanan tinggi yang diterapkan sejak awal membuat Persebaya kesulitan mengembangkan permainan. Serangan demi serangan terus mengalir, hingga akhirnya keunggulan pertama tercipta lewat situasi penalti.
Allano Brendon yang dipercaya sebagai eksekutor mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Gol tersebut menjadi titik awal dominasi penuh Persija sepanjang pertandingan.
Meski sudah unggul, Persija tidak menurunkan tempo. Mereka terus menekan lini pertahanan lawan yang tampak kerepotan menghadapi intensitas permainan cepat dan kombinasi serangan dari berbagai sisi.
Eksel Runtukahu Jadi Pembeda
Memasuki babak kedua, permainan Persija semakin tajam. Eksel Runtukahu tampil sebagai sosok kunci dalam kemenangan ini.
Gol keduanya lahir dari penyelesaian matang yang menunjukkan ketajamannya sebagai penyerang. Tidak berhenti sampai di situ, ia kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan peluang emas di dalam kotak penalti.
Dua gol yang dicetak Eksel memastikan kemenangan telak 3-0 untuk Persija. Penampilan impresifnya juga memperlihatkan bahwa ia mulai menemukan performa terbaik di momen krusial musim ini.
Di sisi lain, Persebaya terlihat kehilangan arah permainan. Upaya untuk mencetak gol balasan terus dilakukan, namun selalu kandas di lini pertahanan tuan rumah yang tampil disiplin sepanjang laga.
Persijap Jepara Hentikan Rekor Bhayangkara FC
Sementara itu, kejutan datang dari pertandingan lain ketika Persijap Jepara berhasil mengalahkan Bhayangkara FC dengan skor 2-1. Hasil ini cukup mengejutkan mengingat Bhayangkara tengah dalam tren positif sebelum laga ini.
Persijap langsung tancap gas sejak awal pertandingan. Gol cepat di menit pertama menjadi bukti kesiapan mereka dalam memanfaatkan momentum. Keunggulan ini membuat tim tuan rumah bermain lebih percaya diri.
Tidak berhenti di situ, Persijap kembali menambah gol sebelum turun minum. Keunggulan dua gol membuat mereka berada di atas angin saat memasuki babak kedua.
Bhayangkara FC sebenarnya mencoba bangkit dan memberikan tekanan. Namun situasi berubah semakin sulit setelah mereka harus bermain dengan 10 orang akibat kartu merah di pertengahan babak kedua.
Kondisi tersebut membuat upaya mereka untuk mengejar ketertinggalan menjadi semakin berat. Meski sempat mencetak gol di menit akhir, waktu yang tersisa tidak cukup untuk menyamakan kedudukan.
Persaingan Liga Semakin Panas
Hasil ini membuat persaingan di papan klasemen semakin menarik. Persija menunjukkan bahwa mereka masih menjadi kandidat kuat dalam perebutan posisi terbaik musim ini.
Di sisi lain, kemenangan Persijap menjadi sinyal bahwa tim-tim lain juga siap memberikan kejutan di setiap pertandingan. Konsistensi akan menjadi faktor penentu di sisa musim yang semakin ketat.
Dengan performa seperti ini, setiap laga ke depan dipastikan akan berlangsung lebih sengit dan penuh tekanan bagi semua tim yang bersaing.






