Liganesia – Borneo FC Samarinda harus menelan kenyataan pahit di akhir musim BRI Super League 2025/2026. Meski tampil impresif sepanjang kompetisi dan mengoleksi poin yang sama dengan Persib Bandung, namun Pesut Etam tetap gagal mengangkat trofi juara karena kalah dalam perhitungan head to Head.
Hasil tersebut membuat Borneo FC finis sebagai runner-up, sementara Persib kembali keluar sebagai kampiun liga. Situasi ini pun memunculkan rasa kecewa dari kubu tim asal Samarinda tersebut, termasuk sang pelatih Fabio Lefundes.
Borneo FC Samarinda dan Persib Bandung Koleksi Poin yang Sama
Persaingan menuju gelar juara musim ini memang berlangsung sangat ketat hingga pekan terakhir. Borneo FC Samarinda dan Persib Bandung sama-sama mengumpulkan 79 poin. Namun, regulasi kompetisi menetapkan head to head sebagai penentu utama posisi klasemen ketika poin identik.
Dalam dua pertemuan musim ini, Persib unggul atas Borneo FC. Maung Bandung sukses menang 3-1 saat bermain di kandang dan berhasil menahan imbang Borneo 1-1 di Samarinda.
Hasil itulah yang pada akhirnya menjadi pembeda dalam perebutan gelar. Padahal jika melihat statistik secara keseluruhan, performa Borneo FC Samarinda sebenarnya sangat meyakinkan.
Statistik Borneo FC Samarinda Jauh Lebih Tajam dari Persib Bandung
Sepanjang musim 2025/2026 berlangsung, Borneo FC tampil sangat produktif di lini depan. Mereka berhasil mencetak total 74 gol dan hanya kebobolan 31 kali. Dengan demikian, Pesut Etam menghasilkan selisih gol +43.
Sementara itu, Persib Bandung hanya mencetak 59 gol dengan 22 kali kebobolan dan menghasilkan selisih gol +37. Dari sisi jumlah kemenangan, Borneo FC juga unggul dengan torehan 25 kemenangan, sedangkan Persib mencatat 24 kemenangan.
Namun, Persib lebih konsisten dalam menjaga hasil karena hanya menelan tiga kekalahan sepanjang musim. Sebaliknya, Borneo FC tercatat kalah lima kali.
Hal tersebut akhirnya membuat aturan head to head menjadi faktor penentu yang tak bisa dihindari.
Fabio Lefundes Sangat Kecewa dengan Aturan Head to Head
Pelatih Borneo FC Samarinda yakni Fabio Lefundes mengaku sangat kecewa karena timnya gagal menjadi juara meski memiliki sejumlah catatan statistik lebih baik dibanding rivalnya.
Menurut pelatih asal Brasil tersebut, timnya sudah bekerja maksimal sepanjang musim dan menunjukkan performa yang layak bersaing di papan atas. Namun, regulasi kompetisi memang sudah ditetapkan sejak awal dan semua tim harus menerimanya.
Fabio juga menilai bahwa Borneo FC menjadi salah satu tim paling konsisten sepanjang musim ini, terutama ketika bermain di kandang sendiri.
Pesut Etam memang tampil luar biasa di Samarinda dengan catatan 15 kemenangan, satu hasil imbang, dan hanya satu kekalahan sepanjang musim.
Persib Bandung Tetap Layak Jadi Juara
Meski kecewa gagal mengangkat trofi, Fabio Lefundes tetap memberikan apresiasi kepada Persib Bandung dan pelatih mereka yakni Bojan Hodak.
Menurutnya, keberhasilan Persib dalam meraih gelar juara secara beruntun bukan sesuatu yang mudah untuk dilakukan di kompetisi seketat BRI Super League.
Apalagi konsistensi Maung Bandung sepanjang musim ini dianggap layak untuk mendapat penghargaan.
Persib sendiri kembali menunjukkan mental juara dengan kemampuan menjaga stabilitas permainan hingga akhir musim. Faktor inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa mereka mampu unggul dalam persaingan sengit melawan Borneo FC.
Borneo FC Tetap Jadi Ancaman Serius untuk Musim Depan
Meskipun gagal juara, performa Borneo FC musim ini tetap layak mendapat pujian. Tim asal Kalimantan tersebut berkembang menjadi salah satu kekuatan besar di sepak bola Indonesia dengan permainan agresif dan produktivitas gol yang tinggi.
Skuad yang dimiliki Fabio Lefundes juga diprediksi masih akan menjadi pesaing utama dalam perebutan gelar musim depan. Jika mampu mempertahankan konsistensi dan memperbaiki detail kecil dalam pertandingan besar, peluang Borneo FC untuk meraih trofi masih sangat terbuka.
Musim ini mungkin berakhir pahit bagi Pesut Etam, tetapi performa mereka sudah menunjukkan bahwa klub tersebut kini berada di level tertinggi pada persaingan BRI Super League.






