Liganesia – Nomor punggung 9 di Chelsea kembali memiliki pemilik baru. Joao Pedro memilih mengenakan nomor keramat tersebut setelah sebelumnya menggunakan nomor 20.
Perubahan nomor itu menjadi perhatian karena jersey nomor 9 di Stamford Bridge memiliki sejarah yang cukup unik. Sejumlah penyerang top pernah memakainya, tetapi tidak semuanya mampu memenuhi ekspektasi.
Untuk musim 2026/2027, Joao Pedro mendapat kesempatan meneruskan nomor tersebut. Sementara itu, Liam Delap, yang sebelumnya memakai nomor 9, beralih ke nomor 12.
Keputusan Joao Pedro tentu membawa tantangan tersendiri. Ia bukan hanya dituntut mencetak gol, tetapi juga harus membuktikan bahwa dirinya mampu mengubah cerita kurang menyenangkan para pemakai nomor 9 Chelsea dalam beberapa tahun terakhir.
Nomor 9 yang Sering Jadi Sorotan
Chelsea memiliki sejarah panjang dengan penyerang berkualitas. Namun, jersey nomor 9 justru beberapa kali menjadi simbol kegagalan striker di era modern.
Nama-nama besar seperti Radamel Falcao, Gonzalo Higuain, Alvaro Morata, Romelu Lukaku, hingga Pierre-Emerick Aubameyang pernah memakai nomor tersebut.
Ekspektasi terhadap mereka sangat tinggi ketika datang ke Stamford Bridge. Sayangnya, sebagian besar tidak mampu menghasilkan performa sesuai harapan.
Falcao misalnya, hanya menjalani periode singkat bersama Chelsea. Higuain juga tidak bertahan lama dan kesulitan menunjukkan ketajamannya.
Morata sempat mencetak sejumlah gol penting, tetapi performanya tidak konsisten. Sementara Lukaku datang dengan status sebagai salah satu pembelian mahal Chelsea, namun periode keduanya di klub justru berlangsung penuh persoalan.
Aubameyang pun hanya sebentar mengenakan nomor 9 sebelum meninggalkan klub. Karena itu, muncul anggapan bahwa nomor tersebut membawa tekanan tersendiri bagi striker Chelsea.
Kerry Dixon dan Roy Bentley Jadi Pengecualian
Jika melihat sejarah klub secara keseluruhan, sebenarnya ada pemain nomor 9 yang memiliki catatan luar biasa.
Kerry Dixon menjadi salah satu nama terbesar. Ia menempati posisi keempat dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa Chelsea dengan koleksi 157 gol.
Dixon merupakan bagian penting Chelsea pada era 1980-an dan dikenal sebagai salah satu penyerang paling produktif yang pernah memperkuat klub London Barat tersebut.
Di bawahnya terdapat Roy Bentley, yang mengoleksi 144 gol untuk Chelsea. Bentley bermain pada era 1950-an dan juga menggunakan nomor 9.
Keduanya membuktikan bahwa jersey nomor 9 sebenarnya tidak selalu identik dengan kegagalan.
Jimmy Floyd Hasselbaink Juga Punya Catatan Istimewa
Di era yang lebih modern, Chelsea memiliki Jimmy Floyd Hasselbaink.
Striker asal Belanda tersebut memang tidak berada di posisi teratas dalam daftar pencetak gol sepanjang masa Chelsea, tetapi kontribusinya sangat besar.
Hasselbaink mengoleksi 87 gol dan menjadi salah satu penyerang yang paling dikenang oleh para pendukung The Blues.
Gaya bermainnya yang kuat, kemampuan mencetak gol dari berbagai situasi, serta tendangan keras membuatnya menjadi sosok penting di lini depan Chelsea.
Meski demikian, jika pertanyaannya adalah siapa pemakai nomor 9 dengan catatan sejarah paling mengesankan, nama Dixon dan Bentley tetap sulit dilewati.
Kezman dan Crespo Pernah Jadi Juara Premier League
Menariknya, ada pula striker bernomor 9 Chelsea yang berhasil mengangkat trofi Premier League.
Mateja Kezman dan Hernan Crespo sama-sama menjadi bagian dari skuad Chelsea yang menjuarai Liga Inggris pada 2005 dan 2006.
Kezman datang dengan reputasi sebagai striker produktif dari PSV Eindhoven. Namun, kariernya di Stamford Bridge tidak berlangsung sesuai ekspektasi. Ia kemudian meninggalkan Chelsea setelah periode yang relatif singkat.
Crespo memiliki pengalaman berbeda. Penyerang Argentina tersebut sempat menunjukkan kualitasnya sebagai finisher, meski persaingan di lini depan Chelsea sangat ketat.
Gelar Premier League tetap menjadi pencapaian penting yang membuat keduanya memiliki tempat tersendiri dalam sejarah nomor 9 Chelsea.
Fernando Torres Beri Warna Berbeda
Nama Fernando Torres juga layak dibicarakan ketika membahas striker nomor 9 Chelsea.
Secara statistik di liga, Torres memang tidak menghasilkan jumlah gol yang luar biasa. Ia mencetak 45 gol dalam 175 penampilan bersama Chelsea.
Namun, kontribusinya tidak hanya bisa diukur dari jumlah gol.
Torres membantu Chelsea memenangkan beberapa trofi besar, termasuk Liga Champions, Liga Europa, dan Piala FA.
Salah satu momen paling ikonik tentu golnya ke gawang Barcelona pada semifinal Liga Champions 2012. Gol tersebut membantu Chelsea memastikan tiket ke final sebelum akhirnya menjadi juara Eropa.
Karena itu, meskipun statistiknya tidak sefenomenal sejumlah striker Chelsea lainnya, Torres tetap memiliki warisan kuat di Stamford Bridge.
Joao Pedro Punya Kesempatan Mengubah Cerita
Kini giliran Joao Pedro menghadapi tantangan tersebut.
Pemain asal Brasil itu sebelumnya mengenakan nomor 20, tetapi mulai musim 2026/2027 memilih nomor 9. Pergantian tersebut bisa menjadi simbol bahwa Chelsea memiliki ekspektasi lebih besar terhadap perannya di lini depan.
Joao Pedro harus mampu menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar penerus nomor yang ditinggalkan Liam Delap. Ia juga perlu membuktikan bahwa nomor 9 Chelsea tidak selamanya identik dengan tekanan dan kegagalan.
Sejarah memang tidak berpihak kepada sebagian besar pemakai nomor tersebut di era modern. Namun, catatan Dixon, Bentley, Kezman, Crespo, hingga keberhasilan Torres menunjukkan bahwa nomor 9 tetap bisa menghasilkan cerita positif.
Kini pertanyaannya tinggal satu: apakah Joao Pedro akan menjadi striker berikutnya yang mampu membuat nomor 9 kembali disegani di Stamford Bridge?







