Desak Kasus Mandala Krida, Suporter PSIM Lakukan Aksi Mural Serentak

- Redaksi

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Bola.com/Ana Dewi

i

Foto: Bola.com/Ana Dewi

Liganesia – Suporter PSIM Yogyakarta kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masa depan Stadion Mandala Krida.

Kali ini, kelompok pendukung yang tergabung dalam Guyub Seni (GS) Mataram menggelar aksi mural serentak di berbagai titik wilayah Yogyakarta sebagai bentuk aspirasi sekaligus kritik terhadap belum tuntasnya penanganan kasus dugaan korupsi renovasi stadion tersebut.

Aksi yang berlangsung pada awal Juni 2026 itu menarik perhatian publik karena dilakukan dengan cara yang berbeda.

Tidak melalui demonstrasi besar atau kampanye di media sosial, para suporter memilih menyampaikan pesan melalui karya seni mural yang dapat langsung dilihat masyarakat.

Langkah ini menjadi simbol bahwa suara suporter tidak hanya hadir di tribun stadion, tetapi juga dalam upaya mengawal isu yang dianggap penting bagi perkembangan olahraga di Yogyakarta.

Mandala Krida Jadi Sorotan Utama

Stadion Mandala Krida selama ini dikenal sebagai markas kebanggaan PSIM Yogyakarta sekaligus salah satu fasilitas olahraga penting di Daerah Istimewa Yogyakarta. Namun, berbagai persoalan yang muncul pascarenovasi membuat stadion tersebut terus menjadi perhatian publik.

Kasus dugaan korupsi dalam proyek renovasi yang belum sepenuhnya selesai dinilai telah menghambat pemanfaatan stadion secara maksimal.

Kondisi ini memunculkan kekecewaan dari berbagai pihak, termasuk komunitas suporter yang selama ini memiliki ikatan emosional kuat dengan stadion tersebut.

Melalui aksi mural, para pendukung PSIM ingin mengingatkan bahwa penyelesaian kasus hukum yang transparan menjadi langkah penting agar Mandala Krida dapat kembali berfungsi optimal.

Mengusung Satu Pesan, Banyak Bentuk Kreativitas

Meski dilakukan oleh berbagai kelompok suporter dan komunitas, aksi mural ini membawa pesan yang sama, yaitu mendorong penyelesaian kasus Mandala Krida hingga tuntas.

Menariknya, setiap kelompok diberikan kebebasan untuk mengekspresikan pesan tersebut melalui konsep visual yang berbeda.

Hasilnya, muncul beragam karya mural dengan gaya dan karakter masing-masing, tetapi tetap memiliki tujuan yang serupa.

Pendekatan ini membuat pesan yang ingin disampaikan terasa lebih dekat dengan masyarakat. Selain itu, seni mural dianggap mampu menjadi media komunikasi yang efektif karena dapat dinikmati oleh siapa saja tanpa batasan usia maupun latar belakang.

Bukan Hanya Urusan Suporter PSIM

Salah satu poin penting yang disampaikan dalam aksi ini adalah bahwa Mandala Krida bukan hanya milik PSIM atau para suporternya.

Baca Juga:  Meski Gagal Podium di Mugello, Posisi Veda Ega Pratama di Klasemen Moto3 2026 Masih Aman

Stadion tersebut merupakan fasilitas publik yang juga digunakan oleh berbagai cabang olahraga serta masyarakat umum. Karena itulah, isu mengenai keberlangsungan dan pengelolaan stadion dianggap sebagai kepentingan bersama.

Aksi mural ini pun terbuka bagi komunitas seni, pegiat olahraga, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap perkembangan fasilitas olahraga di Yogyakarta.

Dengan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, pesan yang dibawa diharapkan menjadi lebih kuat dan mendapatkan perhatian yang lebih luas.

Digelar di Berbagai Wilayah untuk Dekat dengan Warga

Alih-alih terpusat di satu lokasi, pengerjaan mural dilakukan di berbagai wilayah yang menjadi basis masing-masing kelompok suporter dan komunitas.

Strategi ini dipilih agar proses komunikasi dengan warga sekitar lebih mudah dilakukan. Selain itu, kehadiran mural di lingkungan masyarakat dinilai mampu menciptakan diskusi publik mengenai kondisi Mandala Krida dan pentingnya penyelesaian berbagai persoalan yang masih berlangsung.

Pendekatan berbasis komunitas juga membuat aksi berlangsung lebih tertib sekaligus memberikan ruang bagi warga untuk memahami isu yang sedang diperjuangkan.

Harapan Besar untuk Masa Depan Mandala Krida

Melalui gerakan kreatif ini, para suporter berharap seluruh permasalahan yang berkaitan dengan Stadion Mandala Krida dapat segera menemukan titik terang.

Tidak hanya dari sisi hukum, tetapi juga terkait aspek administrasi, pengelolaan, hingga peningkatan fasilitas stadion agar dapat digunakan secara maksimal oleh masyarakat dan klub kebanggaan Yogyakarta.

Keberadaan stadion yang layak dan nyaman tentu menjadi kebutuhan penting bagi perkembangan olahraga daerah. Apalagi PSIM Yogyakarta kini terus berupaya meningkatkan prestasi dan membutuhkan fasilitas yang memadai untuk mendukung aktivitas tim.

Seni Jadi Sarana Menyuarakan Kepedulian

Aksi mural serentak yang dilakukan suporter PSIM menunjukkan bahwa dukungan terhadap klub tidak selalu diwujudkan melalui nyanyian di tribun atau dukungan saat pertandingan berlangsung.

Lewat karya seni yang penuh pesan, para pendukung berhasil menunjukkan kepedulian terhadap isu yang lebih luas, yakni keberlangsungan fasilitas olahraga yang menjadi bagian penting dari identitas kota.

Kini, harapan besar tertuju pada penyelesaian kasus Mandala Krida agar stadion bersejarah tersebut dapat kembali menjadi kebanggaan masyarakat Yogyakarta serta rumah yang layak bagi PSIM untuk menatap musim-musim mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Fabio Lefundes Soroti Aturan Head to Head Usai Borneo FC Samarinda Gagal Juara
Persipura Kena Sanksi Berat! Komdis PSSI Larang Suporter Hadir di Kandang Selama Semusim
Jadwal Pertandingan BRI Super League Pekan Ke-33: 15 – 17 Mei 2026
Rizky Ridho Buka Suara Usai Persija vs Persib Memanas, Tegaskan Rivalitas Hanya di Lapangan
Persija Jakarta Menggila di GBK! Persebaya Dibantai 3-0 Tanpa Balas
Kalah Tipis dari Barito Putera, PSS Sleman Kehilangan Momentum di Puncak Klasemen
Krisis Kemenangan, Bambang Pamungkas Beri Peringatan Keras untuk Persija Jakarta
Terlalu Agresif, Persija Jakarta Duduki Posisi Kedua Sebagai Pengoleksi Kartu Merah Terbanyak
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:30 WIB

Desak Kasus Mandala Krida, Suporter PSIM Lakukan Aksi Mural Serentak

Minggu, 24 Mei 2026 - 23:30 WIB

Fabio Lefundes Soroti Aturan Head to Head Usai Borneo FC Samarinda Gagal Juara

Sabtu, 16 Mei 2026 - 02:15 WIB

Persipura Kena Sanksi Berat! Komdis PSSI Larang Suporter Hadir di Kandang Selama Semusim

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:30 WIB

Jadwal Pertandingan BRI Super League Pekan Ke-33: 15 – 17 Mei 2026

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:00 WIB

Rizky Ridho Buka Suara Usai Persija vs Persib Memanas, Tegaskan Rivalitas Hanya di Lapangan

Berita Terbaru

Foto: Bola.com/Ana Dewi

BRI Super League

Desak Kasus Mandala Krida, Suporter PSIM Lakukan Aksi Mural Serentak

Selasa, 2 Jun 2026 - 10:30 WIB

Foto: Instagram/@marcmarquez93

MotoGP

Jadwal MotoGP 2026 Resmi Berubah, Seri Qatar Diundur!

Selasa, 2 Jun 2026 - 10:15 WIB