Akanji: Swiss Bisa Saja Jadi Juara Dunia Jika Insiden Kartu Merah Itu Tak Terjadi

- Redaksi

Rabu, 19 Agustus 2026 - 00:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Manuel Akanji (Foto: Getty Images/DeFodi Images)

i

Manuel Akanji (Foto: Getty Images/DeFodi Images)

Liganesia Manuel Akanji masih menyimpan penyesalan atas perjalanan Timnas Swiss di Piala Dunia 2026. Bek Inter Milan itu menilai timnya memiliki peluang besar melangkah lebih jauh, bahkan menjadi juara, jika tidak kehilangan Breel Embolo akibat kartu merah kontroversial saat menghadapi Argentina.

Swiss berjumpa Argentina pada babak perempat final di Kansas City, 11 Juli 2026. Pertandingan tersebut sempat berjalan sengit dan memberikan harapan besar bagi Swiss setelah mereka berhasil menyamakan kedudukan.

Argentina lebih dulu memimpin melalui Alexis Mac Allister pada babak pertama. Swiss kemudian merespons setelah Dan Ndoye mencetak gol pada menit ke-67.

Momentum Swiss sebenarnya sedang berada dalam kondisi positif. Namun, situasi berubah drastis beberapa menit kemudian setelah Embolo mendapat kartu kuning kedua dan harus meninggalkan lapangan.

Keputusan Wasit Jadi Titik Balik

Insiden tersebut bermula ketika Leandro Paredes dinilai melakukan pelanggaran terhadap Embolo. Wasit sempat memberikan kartu kuning kepada Paredes.

Setelah melihat tayangan ulang melalui VAR, wasit menyadari bahwa Paredes ternyata tidak melakukan kontak dengan Embolo. Keputusan kemudian berubah dan Embolo justru dianggap melakukan diving.

Karena sebelumnya sudah mendapatkan kartu kuning pada babak pertama, Embolo harus menerima kartu kuning kedua yang berujung kartu merah.

Keputusan tersebut membuat Swiss harus bermain dengan 10 pemain ketika pertandingan sedang berlangsung ketat. Keunggulan jumlah pemain kemudian dimanfaatkan Argentina untuk mengambil alih pertandingan.

Julian Alvarez membawa Argentina kembali unggul sebelum Lautaro Martinez memastikan kemenangan 3-1. Swiss pun harus mengakhiri perjuangannya di perempat final.

IFAB Akui Ada Kesalahan Prosedur

Kontroversi tersebut tidak berhenti setelah pertandingan selesai. Beberapa hari kemudian, IFAB selaku badan yang menetapkan Laws of the Game mengakui adanya persoalan dalam penerapan prosedur VAR pada insiden tersebut.

VAR ketika itu menggunakan protokol yang berkaitan dengan kesalahan identitas untuk memberi tahu wasit bahwa Paredes tidak melakukan pelanggaran.

Namun, protokol tersebut sebenarnya digunakan ketika hukuman diberikan kepada pemain yang keliru. Dalam kasus ini, masalahnya bukan kesalahan identifikasi pemain karena wasit memang memberikan kartu kepada Paredes berdasarkan dugaan pelanggaran yang dilihatnya.

Dengan demikian, kartu kuning kepada Paredes seharusnya tetap berlaku meskipun tayangan ulang menunjukkan bahwa dirinya tidak melakukan pelanggaran. Embolo semestinya tidak mendapatkan kartu kuning kedua akibat proses tersebut.

Pengakuan itu membuat kontroversi pertandingan Swiss dan Argentina kembali menjadi sorotan.

Akanji Masih Yakin Swiss Bisa Lolos

Bagi Akanji, insiden tersebut bukan sekadar keputusan wasit yang keliru. Ia merasa kartu merah Embolo mengubah arah pertandingan yang sebelumnya masih sangat terbuka.

Akanji menilai Swiss sedang bermain sangat baik ketika kedudukan menjadi 1-1. Bahkan, ia percaya timnya memiliki kemampuan untuk mengalahkan Argentina jika pertandingan tetap berlangsung dengan jumlah pemain yang seimbang.

Baca Juga:  Bukan Lagi Kuda Hitam, Maroko Datang ke Piala Dunia 2026 dengan Status Favorit Baru

“Ya, itu terasa berat karena kami tampil lebih baik dari Argentina dan sebenarnya bisa saja memenangi Piala Dunia,” kata Akanji kepada La Gazzetta dello Sport, dikutip Football Italia.

Menurutnya, situasi di stadion bahkan sempat menguntungkan Swiss. Mereka mampu membuat pendukung Argentina terdiam setelah berhasil menyamakan kedudukan.

“Tanpa kartu merah yang diterima Embolo, saya rasa kami akan lolos. Kami bahkan sempat membungkam seisi stadion; lalu gol Julian mengakhiri segalanya, namun saya tetap bangga dengan tim Swiss saya,” ujarnya.

Takdir Swiss Berubah Setelah Bermain dengan 10 Orang

Kartu merah Embolo membuat Swiss kehilangan salah satu pemain penting ketika pertandingan memasuki fase krusial. Argentina kemudian mempunyai ruang lebih besar untuk mengembangkan permainan.

Bagi Swiss, kekalahan tersebut tentu semakin sulit diterima karena mereka sebelumnya berhasil menjaga pertandingan tetap seimbang. Hasil akhir 1-3 tidak sepenuhnya menggambarkan situasi pertandingan sebelum kartu merah terjadi.

Akanji pun merasa timnya sebenarnya memiliki kapasitas untuk bersaing hingga fase akhir turnamen. Keyakinan tersebut bukan tanpa alasan karena Swiss mampu memberikan perlawanan kuat kepada Argentina, salah satu tim yang kemudian melangkah hingga partai final.

Namun, perjalanan Argentina juga akhirnya terhenti di final. Mereka dikalahkan Spanyol sehingga gagal membawa pulang trofi Piala Dunia 2026.

Akanji dan Lautaro Tak Membahas Insiden

Menariknya, Akanji dan Lautaro Martinez kembali menjadi rekan setim di Inter Milan setelah Piala Dunia berakhir. Keduanya berada di kubu yang berbeda ketika Swiss dan Argentina bertemu di perempat final.

Meski begitu, kejadian kontroversial tersebut tidak menjadi bahan pembicaraan di antara keduanya.

“Saya dan Lautaro tidak membicarakan hal itu; tidak ada gunanya, lagipula kami berdua sama-sama tidak senang dengan bagaimana Piala Dunia itu berakhir,” kata Akanji.

Keduanya memang memiliki alasan masing-masing untuk kecewa. Swiss tersingkir setelah insiden kartu merah Embolo, sedangkan Argentina yang berhasil melewati Swiss akhirnya gagal menjadi juara setelah kalah dari Spanyol di final.

Bagi Akanji, penyesalan atas pertandingan tersebut mungkin akan tetap ada. Namun, ia juga memilih melihat sisi positif dari perjalanan Swiss di Piala Dunia 2026.

Menurutnya, tim tersebut telah menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dengan lawan-lawan terbaik. Jika momentum pertandingan melawan Argentina tidak berubah akibat kartu merah kontroversial tersebut, Akanji percaya cerita Swiss di turnamen itu mungkin saja berakhir dengan trofi juara dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

FIFA Dikabarkan Ingin Lepas Sebagian Kepemilikan Piala Dunia, UEFA Beri Penolakan Keras
Donald Trump Buka Suara Soal Topi yang Dipakai Ferran Torres Saat Perayaan Juara Piala Dunia 2026
Bikin Haru, Pedro Porro Persembahkan Medali Juara Piala Dunia 2026 untuk Sang Kakek
Meksiko Dipuji Jadi Tuan Rumah Terbaik Piala Dunia 2026
Spanyol Jadi Raja Baru di Ranking FIFA, Argentina Tergusur
Madrid Membara! Parade Juara Piala Dunia Spanyol Disambut Lautan Suporter
Boikot Final Piala Dunia, Ini Penyebab Presiden UEFA Geram ke FIFA
Resmi! Rudi Garcia Tinggalkan Belgia Usai Piala Dunia 2026
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 00:26 WIB

Akanji: Swiss Bisa Saja Jadi Juara Dunia Jika Insiden Kartu Merah Itu Tak Terjadi

Rabu, 29 Juli 2026 - 06:35 WIB

FIFA Dikabarkan Ingin Lepas Sebagian Kepemilikan Piala Dunia, UEFA Beri Penolakan Keras

Senin, 27 Juli 2026 - 01:39 WIB

Donald Trump Buka Suara Soal Topi yang Dipakai Ferran Torres Saat Perayaan Juara Piala Dunia 2026

Jumat, 24 Juli 2026 - 06:15 WIB

Bikin Haru, Pedro Porro Persembahkan Medali Juara Piala Dunia 2026 untuk Sang Kakek

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:40 WIB

Meksiko Dipuji Jadi Tuan Rumah Terbaik Piala Dunia 2026

Berita Terbaru