Liganesia – Performa Liverpool kembali menjadi sorotan usai bermain imbang 1-1 saat menghadapi Tottenham Hotspur dalam lanjutan Premier League pekan ke-30, Minggu (15/3/2026) di Anfield.
Hasil tersebut tentunya memperpanjang periode inkonsistensi yang dialami The Reds sepanjang musim ini dan memunculkan kembali pembahasan mengenai kemungkinan perombakan besar dalam skuad.
Banyak pihak menilai bahwa Liverpool kini berada dalam fase sulit, bahkan disebut sebagai salah satu titik terendah performa mereka dalam beberapa musim terakhir.
Hasil imbang melawan tim yang sedang berjuang di papan bawah membuat tekanan terhadap manajemen dan tim pelatih semakin besar.
Musim Sulit Bagi Arne Slot
Sebagai pelatih yang cukup berpengalaman, Arne Slot sebenarnya masih memiliki reputasi positif setelah berhasil menggantikan Jürgen Klopp dan membawa Liverpool meraih gelar liga pada musim sebelumnya.
Kesuksesan tersebut sempat menimbulkan optimisme besar bahwa klub dapat mempertahankan dominasi mereka di sepak bola Inggris.
Namun perjalanan musim 2025/2026 tidak berjalan sesuai harapan. Upaya mempertahankan gelar praktis telah berakhir sejak awal musim, sementara performa tim terlihat tidak stabil dan sering kehilangan ritme permainan.
Situasi ini menjadi perhatian serius mengingat Liverpool telah menginvestasikan dana dengan jumlah yang cukup besar di bursa transfer musim panas sebelumnya, dengan total pengeluaran yang mencapai lebih dari 400 juta pound sterling.
Ekspektasi tinggi terhadap skuad baru tersebut nyatanya belum mampu memberikan hasil yang memuaskan hingga sejauh ini.
Performa Tim Dinilai Menurun
Perubahan gaya permainan juga menjadi salah satu faktor yang cukup disorot. Sebelumnya, Liverpool dikenal gaya permainannya yang agresif dengan tempo tinggi. Namun sekarang, hanya terlihat lebih lambat serta kurang tajam dalam hal menyerang.
Atmosfer di Anfield yang biasanya dipenuhi energi juga mulai terasa berbeda. Dukungan suporter tetap besar, namun performa tim yang kurang meyakinkan membuat euforia kemenangan jarang terlihat seperti musim lalu.
Tanggung jawab Arne Slot pun semakin besar. Karena Liverpool masih berjuang untuk mengamankan posisi zona Liga Champions musim depan.
Jika situasi ini tidak segera membaik, pihak manajemen tentu akan mempertimbangkan berbagai opsi untuk mengembalikan performa tim.
Masa Depan Beberapa Pemain Juga Ikut Dipertanyakan
Selain posisi pelatih, sejumlah pemain juga mulai masuk dalam tahap evaluasi serius. Salah satu nama yang banyak dibicarakan adalah Mohamed Salah.
Penyerang asal Mesir tersebut masih dianggap sebagai legenda klub, namun performanya musim ini dinilai tidak seefektif musim sebelumnya.
Penurunan produktivitas serta beberapa peluang yang gagal dimaksimalkan membuat masa depannya di Anfield mulai dipertanyakan.
Selain Salah, bek kiri Andy Robertson juga disebut menghadapi situasi yang tidak pasti. Pemain asal Skotlandia itu dikenal sebagai salah satu pilar penting Liverpool dalam beberapa tahun terakhir.
Namun, performanya belakangan ini dianggap menurun dibandingkan masa puncaknya pada musim-musim yang sebelumnya.
Lini Serang dan Tengah Juga Turut Dievaluasi
Beberapa pemain lain juga berpotensi masuk dalam daftar perubahan skuad. Di lini depan, penampilan Cody Gakpo dan Federico Chiesa dinilai belum mampu memenuhi ekspektasi.
Gakpo sebelumnya tampil impresif sebagai pemain pelapis, namun kontribusinya sebagai starter belum konsisten. Sementara itu, Chiesa disebut belum mendapatkan peran besar dalam skema permainan tim musim ini.
Di lini tengah, performa Alexis Mac Allister juga mulai mendapat kritik karena dianggap tidak lagi tampil seefektif musim sebelumnya.
Penurunan intensitas permainan tersebut sering membuat lini tengah Liverpool kerap kehilangan kontrol saat menghadapi tim lawan.
Masa Depan Joe Gomez Juga Dipertanyakan
Nama lain yang tidak luput dari evaluasi adalah Joe Gomez. Bek yang telah lama membela Liverpool tersebut kini menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan perannya di skuad utama.
Riwayat cedera yang cukup panjang serta performa yang dinilai kurang stabil membuat masa depannya di klub mulai dipertanyakan.
Jika Liverpool benar-benar melakukan restrukturisasi skuad pada musim panas mendatang, Gomez bisa saja menjadi salah satu pemain yang akan dilepas.
Keputusan besar kemungkinan akan diambil pada akhir musim ini, terutama jika Liverpool gagal mencapai target utama mereka, yakni mengamankan posisi Liga Champions musim depan.
Perombakan skuad tentunya bisa menjadi langkah penting bagi Liverpool untuk mengembalikan kekuatan dominasi mereka di kancah sepak bola Inggris dan Eropa.






