LIGANESIA – Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) resmi menetapkan perubahan siklus penyelenggaraan Piala Asia mulai edisi 2032. Melalui keputusan Kongres Luar Biasa AFC 2026 di Tokyo, Jepang, Jumat (23/10/2026), turnamen sepak bola antarnegara di Asia tersebut akan digelar pada tahun genap.
Kebijakan ini menandai perubahan dari pola penyelenggaraan sebelumnya yang menggunakan tahun ganjil. Penyesuaian tersebut menjadi bagian dari revisi sejumlah ketentuan dalam Statuta AFC, khususnya yang berkaitan dengan kalender kompetisi dan tata kelola organisasi.
Keputusan itu diambil setelah AFC berkonsultasi dengan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mengenai rencana penyesuaian kalender pertandingan internasional. Perubahan ini diharapkan dapat menyelaraskan agenda sepak bola Asia dengan kalender internasional yang berlaku.
Meski telah disepakati, kebijakan tersebut tidak langsung diterapkan pada edisi terdekat. AFC menetapkan Piala Asia 2032 sebagai awal pemberlakuan siklus baru.
Piala Asia 2027 Tetap Sesuai Jadwal
Perubahan kalender kompetisi tersebut tidak memengaruhi pelaksanaan Piala Asia 2027. Turnamen yang akan berlangsung di Arab Saudi pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027 itu tetap digelar sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Dengan demikian, perubahan yang disepakati dalam Kongres Luar Biasa AFC 2026 baru berdampak pada penyelenggaraan mulai 2032. AFC masih memiliki waktu untuk menyesuaikan perencanaan kompetisi dan berbagai aspek pendukung sebelum aturan baru diterapkan.
Penyesuaian siklus ini juga menjadi bagian dari upaya menyelaraskan agenda turnamen utama Asia dengan perkembangan kalender sepak bola internasional.
Masa Jabatan Pengurus AFC Ikut Mengalami Penyesuaian
Selain menetapkan perubahan jadwal Piala Asia, AFC menyepakati penyesuaian masa jabatan kepengurusan melalui revisi statuta organisasi.
Langkah tersebut dilakukan untuk menyelaraskan periode kepemimpinan AFC dengan jadwal penyelenggaraan turnamen. Dengan penyesuaian ini, Komite Eksekutif atau Exco AFC diharapkan dapat menjalankan fungsi pengawasan terhadap persiapan dan pelaksanaan Piala Asia secara berkesinambungan.
AFC juga berupaya memastikan proses pengambilan keputusan di tingkat pimpinan tetap sejalan dengan kebutuhan operasional kompetisi.
Berdasarkan ketentuan Pasal 32.1(a) hingga 32.1(e), pemilihan untuk posisi kepemimpinan utama AFC tetap dilaksanakan pada 2027. Namun, para pejabat yang terpilih baru akan memulai masa jabatan pada 1 Januari 2028 untuk periode 2028-2032.
Sementara itu, jajaran pengurus yang terpilih untuk periode 2023-2027 tetap menjalankan tugas hingga akhir Desember 2027. Pengaturan tersebut memastikan tidak terjadi kekosongan kepemimpinan selama masa peralihan menuju periode kepengurusan berikutnya.
Shaikh Salman Tegaskan Pentingnya Tata Kelola AFC
Presiden AFC, Shaikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa, menyambut baik persetujuan peserta kongres terhadap perubahan statuta organisasi.
Ia menilai keputusan tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat tata kelola dan memastikan regulasi AFC tetap relevan dengan kebutuhan sepak bola Asia.
“Keputusan Anda hari ini memperkuat tata kelola kita dan memastikan peraturan kita tetap kukuh, transparan, serta sesuai dengan tujuannya untuk menjamin kesinambungan, sehingga memungkinkan kita menyongsong masa depan sepak bola Asia yang lebih cerah dan lebih baik,” ujar Shaikh Salman dinukil dari laman AFC.
Ia juga mengajak seluruh anggota konfederasi untuk menjaga kesamaan visi dan mengutamakan kepentingan sepak bola Asia dalam setiap kebijakan organisasi.
“Marilah kita sepenuhnya berfokus pada kepentingan bersama sepak bola Asia dan terus menunjukkan kepada dunia fondasi sesungguhnya dari sebuah konfederasi yang dapat menjadi teladan, yakni konfederasi yang transparan dalam tata kelolanya, bersatu dalam tujuannya, dan inklusif dalam visinya,” imbuhnya.
Persetujuan dalam Kongres Luar Biasa AFC 2026 tersebut menjadi dasar bagi perubahan kalender Piala Asia dan penyesuaian periode kepengurusan. Implementasi siklus baru mulai 2032 sekaligus memberikan waktu bagi AFC untuk mempersiapkan penyelenggaraan turnamen sesuai dengan kalender internasional yang telah diselaraskan.
Sumber: AFC








