LIGANESIA – Manchester City kembali menjadi sorotan setelah menang telak 3-0 atas Liverpool di Anfield, Minggu (11/10/2026). Di balik kemenangan yang menjaga catatan sempurna The Citizens di Premier League musim ini, muncul kabar bahwa sejumlah petinggi liga membahas kemungkinan menjatuhkan sanksi terhadap klub tersebut terkait kasus pelanggaran finansial.
Erling Haaland, Jeremy Doku, dan Rayan Cherki menjadi pencetak gol dalam pertandingan itu. Namun, kemenangan Manchester City justru diiringi perdebatan mengenai status klub di tengah proses hukum yang masih berjalan.
Menurut laporan The Independent, sejumlah eksekutif Premier League dikabarkan bertukar pesan untuk membicarakan opsi skors langsung terhadap Manchester City atau kemungkinan menggelar pemungutan suara terkait nasib klub.
Skors Langsung Jadi Bahan Pembicaraan
Sorotan terhadap Manchester City menguat setelah klub tersebut dinyatakan bersalah atas 114 pelanggaran aturan finansial liga, sebagaimana disebutkan dalam laporan yang menjadi dasar pemberitaan ini. Situasi tersebut memicu kritik dari sejumlah pihak yang mempertanyakan apakah kompetisi tetap berjalan normal ketika persoalan itu belum sepenuhnya selesai.
Jurnalis dan presenter Inggris, Piers Morgan, termasuk tokoh yang menyampaikan kritik keras. Ia mempertanyakan bagaimana Premier League akan menghadapi situasi jika Manchester City kembali menjadi juara musim ini.
Morgan menilai persoalan tersebut berpotensi merusak citra kompetisi. Dalam laporan yang sama, kekhawatiran juga muncul mengenai dampak kontroversi terhadap integritas dan reputasi liga.
Meski demikian, pembahasan mengenai skors tidak berarti keputusan resmi telah dijatuhkan. Manchester City juga masih menempuh proses banding atas putusan yang menyangkut klub tersebut.
Opsi Mengeluarkan Man City Dinilai Sulit
Laporan tersebut turut menyinggung kemungkinan pengusiran Manchester City dari Premier League. Secara teori, Aturan B6 disebut membuka peluang bagi 15 klub untuk memberikan suara terkait pengeluaran sebuah klub dari liga.
Namun, opsi itu dipandang sangat sulit direalisasikan. Jika Manchester City benar-benar dikeluarkan, klub diperkirakan akan menempuh jalur hukum melalui Pengadilan Tinggi Inggris untuk memperjuangkan statusnya.
Di sisi lain, petinggi liga disebut memiliki tanggung jawab untuk melindungi kepentingan kompetisi dan para pemangku kepentingannya. Karena itu, persoalan Manchester City dinilai membutuhkan penanganan serius, meski bentuk tindakan yang akan diambil belum dipastikan.
Pengurangan 60 Poin Ikut Mencuat
Selain skors dan kemungkinan pengusiran, beragam sanksi lain juga menjadi bahan spekulasi. Pilihannya mencakup denda besar, larangan transfer, pengurangan poin, hingga pencabutan gelar juara.
Presenter talkSPORT, Alan Brazil, bahkan mengaku mendengar kabar bahwa Manchester City berpotensi mendapat pengurangan 60 poin. Namun, klaim tersebut belum dapat diperlakukan sebagai keputusan resmi Premier League.
Brazil juga mengaku belum mengetahui kapan hukuman itu akan diterapkan. Ia mempertanyakan apakah sanksi tersebut mungkin baru berlaku pada musim berikutnya.
Hingga ada pengumuman resmi mengenai hasil banding dan sanksi yang ditetapkan, masa depan Manchester City di Premier League masih menjadi tanda tanya. Kemenangan atas Liverpool pun belum mengakhiri kontroversi yang membayangi klub tersebut.







