Liganesia – Pep Guardiola dikabarkan berencana kembali ke Etihad Stadium untuk menyaksikan langsung pertandingan Manchester City. Mantan pelatih The Citizens itu disebut ingin memberikan dukungan kepada klub yang pernah dibawanya meraih berbagai kesuksesan, di tengah proses hukum terkait dugaan pelanggaran aturan finansial Premier League.
Guardiola meninggalkan Manchester City pada akhir musim 2025/2026 setelah hampir satu dekade menangani klub tersebut. Meski sudah tidak lagi menjadi bagian dari tim kepelatihan, hubungan Guardiola dengan Manchester City disebut masih tetap dekat.
Menurut laporan The Mirror, Guardiola berencana hadir di tribun Etihad ketika Manchester City menjamu Paris Saint-Germain dalam pertandingan Liga Champions pada 14 Oktober 2026.
Guardiola Disebut Sudah Memberi Tahu Pihak Klub
Rencana kehadiran Guardiola di Etihad bukan sekadar kabar mengenai mantan pelatih yang ingin menonton pertandingan.
Laporan tersebut menyebut Guardiola telah menyampaikan keinginannya kepada sejumlah eksekutif senior Manchester City. Jika benar terealisasi, kehadirannya akan menjadi salah satu momen menarik karena ia untuk pertama kalinya kembali menyaksikan pertandingan City dari stadion setelah meninggalkan kursi pelatih.
Guardiola sebelumnya menghabiskan hampir 10 tahun bersama Manchester City. Selama periode tersebut, ia membawa klub berkembang menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola Inggris dan Eropa.
Kini, Guardiola tidak lagi bertanggung jawab atas hasil pertandingan City. Kursi pelatih yang sebelumnya ditempatinya telah diberikan kepada Enzo Maresca.
Guardiola Tinggalkan Man City Setelah Hampir Satu Dekade
Guardiola mulai menangani Manchester City pada 2016 dan menjadi sosok sentral dalam era kesuksesan klub tersebut.
Di bawah kepemimpinannya, City berkembang menjadi tim yang dominan di Premier League sekaligus mampu meraih trofi Liga Champions. Filosofi sepak bola Guardiola juga menjadi identitas kuat yang melekat pada permainan The Citizens selama bertahun-tahun.
Namun, kebersamaan tersebut akhirnya berakhir setelah musim 2025/2026. Guardiola memilih meninggalkan jabatan sebagai manajer dan kemudian menyerahkan tanggung jawab kepada Maresca.
Kembalinya Guardiola ke Etihad, meski hanya sebagai penonton, tentu memiliki nilai emosional tersendiri bagi para pendukung Manchester City.
Man City Sedang Menghadapi Kasus Finansial
Rencana Guardiola datang ke Etihad juga terjadi ketika Manchester City masih menghadapi persoalan hukum terkait dugaan pelanggaran aturan finansial Premier League.
Komisi Independen Premier League sebelumnya menyatakan Manchester City bersalah atas 114 dari 115 dakwaan yang diajukan. Pelanggaran yang dipersoalkan berkaitan dengan periode 2009 hingga 2018.
Kasus tersebut mencakup sejumlah tuduhan serius mengenai kepatuhan terhadap regulasi finansial. Di antaranya berkaitan dengan penggelembungan nilai sponsor, penyampaian informasi finansial yang dinilai tidak akurat, pelanggaran batas pengeluaran yang ditetapkan Premier League dan UEFA, serta persoalan terkait kerja sama klub dalam proses penyelidikan.
Namun, status kasus tersebut belum sepenuhnya final.
Manchester City Ajukan Banding
Manchester City dengan tegas membantah melakukan kesalahan terkait tuduhan yang diarahkan kepada klub. The Citizens juga telah mengajukan banding terhadap keputusan tersebut.
Karena proses hukum masih berjalan, belum tepat untuk menyebut Manchester City telah menerima hukuman final. Keputusan dalam proses banding nantinya akan menentukan bagaimana kelanjutan kasus tersebut.
Posisi klub saat ini membuat segala kemungkinan masih terbuka. Manchester City tetap menjalani kompetisi sambil menunggu proses hukum yang berlangsung.
Sanksi Berat Masih Bisa Mengintai
Jika proses hukum pada akhirnya menghasilkan keputusan yang merugikan Manchester City, klub tersebut berpotensi menghadapi sejumlah bentuk hukuman.
Sanksi yang dapat dipertimbangkan mencakup teguran, denda, pengurangan poin, hingga hukuman yang lebih berat seperti kemungkinan dikeluarkan dari kompetisi. Namun, sampai proses banding selesai, belum ada kepastian mengenai sanksi apa yang akan diterapkan.
Karena itu, perkembangan kasus ini masih menjadi perhatian besar dalam sepak bola Inggris. Dampaknya juga berpotensi memengaruhi posisi Manchester City di kompetisi domestik maupun Eropa jika keputusan akhir nantinya membawa konsekuensi olahraga.
Laga Man City vs PSG Jadi Sorotan
Manchester City dijadwalkan menghadapi Paris Saint-Germain di Liga Champions pada 14 Oktober 2026. Pertandingan tersebut berpotensi menjadi lebih menarik dengan kabar rencana kehadiran Guardiola di Etihad.
Bagi suporter City, melihat Guardiola kembali ke stadion yang selama bertahun-tahun menjadi rumahnya tentu akan menjadi momen spesial. Apalagi, ia datang bukan sebagai pelatih lawan atau bagian dari tim, melainkan sebagai mantan manajer yang menyaksikan perjalanan klub dari luar lapangan.
Kehadiran Guardiola juga bisa menjadi simbol bahwa hubungannya dengan Manchester City tetap baik meskipun era kepemimpinannya telah berakhir.
Maresca Kini Pegang Kendali Manchester City
Setelah Guardiola pergi, Enzo Maresca mendapat tugas besar untuk meneruskan fondasi yang telah dibangun selama era sebelumnya.
Pergantian pelatih setelah hampir satu dekade tentu bukan perkara sederhana. Maresca harus mempertahankan standar tinggi yang sudah menjadi kebiasaan Manchester City sekaligus membangun pendekatan yang sesuai dengan visinya sendiri.
Jika Guardiola benar-benar hadir saat pertandingan melawan PSG, perhatian publik kemungkinan tidak hanya tertuju pada duel kedua tim. Sosok Guardiola dan reaksinya terhadap mantan klubnya juga bakal menjadi bagian menarik dari pertandingan tersebut.
Untuk saat ini, rencana kepulangan Guardiola ke Etihad masih berdasarkan laporan media. Sementara itu, Manchester City tetap harus menghadapi agenda kompetisi dan menunggu perkembangan proses banding terkait kasus finansial yang sedang berjalan.







