Liganesia – Erling Haaland kembali menunjukkan ketajamannya bersama Manchester City. Striker asal Norwegia tersebut sukses menambah koleksi golnya saat The Citizens mengalahkan Brentford dengan skor telak 3-0 dalam lanjutan pertandingan Premier League musim 2025/2026.
Meskipun tampil cukup produktif dalam hal mencetak gol sepanjang musim ini, namun Haaland ternyata masih belum merasa puas.
Pertandingan yang berlangsung di Etihad Stadium pada Sabtu, 9 Mei 2026 Pukul 23.30 WIB tersebut menjadi panggung dominasi bagi Manchester City.
Tiga gol yang tercipta dicetak oleh Jeremy Doku pada menit ke-60, Erling Haaland pada menit ke-75 dan Omar Marmoush pada menit ke-90+2.
Kemenangan ini tentunya membuat peluang City dalam perebutan gelar juara Liga Inggris musim ini masih tetap terjaga hingga pekan-pekan terakhir.
Haaland Berada di Puncak Top Skor Premier League
Tambahan satu gol ke gawang Brentford membuat Haaland kini mengoleksi 26 gol di Premier League musim ini. Catatan tersebut sekaligus menempatkannya semakin nyaman di posisi teratas dalam daftar pencetak gol terbanyak Liga Inggris.
Penyerang berusia 25 tahun tersebut unggul empat gol dari pesaing terdekatnya yakni Igor Thiago dari Brentford. Statistik tersebut sebenarnya menunjukkan bahwa Haaland tetap menjadi salah satu striker paling berbahaya di Eropa.
Menariknya lagi, jumlah gol musim ini bahkan sudah melampaui torehan Haaland pada musim yang sebelumnya. Namun bagi pemain dengan standar tinggi seperti dirinya, angka tersebut ternyata belum cukup memuaskan.
Performa Haaland Sempat Menurun di Tengah Musim
Di balik produktivitasnya dalam mencetak gol, Haaland mengakui bahwa musim ini tidak sepenuhnya berjalan mulus. Ia juga sempat mengalami masa-masa sulit.
Bahkan dalam rentang waktu mulai akhir Desember hingga pertengahan April, Haaland hanya mampu mencetak tiga gol saja dari total 13 pertandingan.
Situasi itu sempat memunculkan kritik dari sejumlah pengamat sepak bola yang menilai bahwa performa Haaland mulai mengalami penurunan.
Meskipun demikian, Haaland berhasil bangkit kembali di fase akhir musim. Ketajamannya perlahan mulai kembali dan mampu membantu Manchester City untuk terus bersaing di papan atas klasemen.
Striker timnas Norwegia tersebut menilai bahwa musim ini penuh dengan tantangan. Jadi. naik turunnya performa di atas lapangan menjadi hal yang tidak bisa dihindari oleh seorang pemain.
Manchester City Tampil Cukup Ganas Saat Melawan Brentford
Saat menghadapi Brentford, Manchester City tampil sangat agresif sejak menit awal. Di bawah komando Pep Guardiola, para pemain terus menekan lini pertahanan lawan dan menciptakan banyak peluang berbahaya.
Statistik pertandingan menunjukkan City melepaskan total 25 tembakan sepanjang laga, dengan 10 di antaranya mengarah tepat ke gawang. Angka tersebut menggambarkan betapa ganasnya permainan Haaland dan kawan-kawan.
Meski menang tiga gol tanpa balas, Haaland merasa timnya sebenarnya bisa mencetak lebih banyak gol jika penyelesaian akhir dapat dilakukan dengan lebih maksimal. Beberapa peluang emas gagal dikonversi menjadi gol, terutama dari situasi umpan silang dan serangan cepat.
Brentford sendiri tetap memberikan perlawanan yang cukup disiplin. Tim tamu bertahan rapat dan beberapa kali mampu menggagalkan peluang berbahaya dari Manchester City.
Mentalitas Haaland Masih Cukup Tinggi
Sikap Haaland yang tetap merasa kurang puas meski sudah mencetak 26 gol memperlihatkan mentalitas elite yang dimilikinya.
Bagi banyak pemain, jumlah tersebut mungkin sudah sangat luar biasa. Namun Haaland tampaknya selalu menuntut lebih dari dirinya sendiri.
Mentalitas seperti ini menjadi salah satu alasan mengapa ia terus berkembang menjadi striker kelas dunia. Ambisi besar dan keinginan untuk terus memperbaiki performa membuatnya tetap lapar gol di setiap pertandingan.
Pep Guardiola juga beberapa kali memuji etos kerja Haaland. Meski dikenal sebagai mesin gol, sang striker tetap disiplin dalam latihan dan terus berusaha meningkatkan kualitas permainannya.
Peluang Juara Masih Terbuka
Kemenangan atas Brentford menjadi hasil penting bagi Manchester City dalam perburuan gelar Premier League musim ini. Persaingan papan atas masih berlangsung ketat dan setiap poin sangat menentukan.
Hingga pekan-pekan terakhir, performa Haaland masih cukup tajam. Itu artinya, peluang City untuk menutup musim sebagai juara tentu semakin besar.
Apalagi kombinasi pemain muda dan berpengalaman yang ada pada skuad Pep Guardiola membuat mereka tetap menjadi salah satu tim paling menakutkan di Inggris.
Jika Haaland mampu mempertahankan konsistensinya hingga akhir musim, bukan tidak mungkin ia akan kembali menutup kompetisi sebagai top skor Premier League sekaligus membawa Manchester City untuk meraih berbagai trofi bergengsi yang lainnya.






