Disingkirkan Atletico, Barcelona Resmi Laporkan Wasit ke UEFA

- Redaksi

Jumat, 17 April 2026 - 05:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Barcelona Joan Laporta (Foto: Reuters)

i

Presiden Barcelona Joan Laporta (Foto: Reuters)

Liganesia – Keputusan wasit yang memimpin laga Atletico Madrid Vs Barcelona pada babak perempat final Liga Champions menuai kontroversi.

Barcelona secara resmi melayangkan protes kepada UEFA setelah disingkirkan secara dramatis oleh Atletico Madrid dengan agregat 3-2.

Langkah ini diambil sebagai bentuk rasa kecewa Blaugrana terhadap kepemimpinan wasit dalam dua leg pertandingan yang dinilai banyak memberikan keputusan yang merugikan Barcelona.

Meskipun pada leg kedua menang, namun tetap saja Atletico Madrid lah yang berhasil mengamankan tiket ke babak semifinal karena unggul secara agregat.

Banyak Keputusan Wasit yang Merugikan Barcelona

Dalam pernyataan resminya, Barcelona menilai terdapat sejumlah keputusan penting yang tidak berjalan sesuai dengan aturan.

Klub asal Catalan tersebut menyoroti bagaimana penerapan regulasi di lapangan dianggap tidak konsisten sebagaimana mestinya.

Tidak hanya itu saja, mereka juga mempertanyakan peran teknologi VAR yang dinilai tidak bekerja secara maksimal dalam momen-momen krusial.

Bahkan, beberapa insiden penting yang seharusnya bisa ditinjau ulang justru tidak mendapatkan perhatian yang cukup.

Situasi ini dinilai berdampak langsung terhadap jalannya pertandingan hingga memengaruhi hasil akhir yang menentukan nasib Barcelona di kompetisi elite Eropa tersebut.

Barcelona Masih Sakit Hati

Barcelona harus mengakui keunggulan Atletico Madrid dengan agregat 3-2. Setelah kalah 0-2 di leg pertama, tim asuhan Hansi Flick hanya mampu menang tipis 2-1 di leg kedua.

Hasil tersebut tidak cukup untuk membalikkan keadaan. Meskipun sempat memberikan perlawanan, namun Barcelona gagal menjaga konsistensi permainan di dua pertandingan penting tersebut.

Beberapa momen krusial juga memperburuk situasi. Dua kartu merah yang diterima pemain Barcelona menjadi faktor besar yang memengaruhi jalannya laga.

Pau Cubarsi harus meninggalkan lapangan lebih cepat di leg pertama. Sementara Eric García mengalami nasib serupa di leg kedua. Kondisi seperti ini tentunya membuat Barcelona harus bermain dalam tekanan yang lebih besar.

Baca Juga:  Liga Champions Memanas! Antonio Rudiger Soroti Ancaman Besar Harry Kane

Barcelona Sempat Lakukan Protes di Leg Pertama

Protes ini bukanlah yang pertama kalinya dilakukan oleh Barcelona. Karena sebelumnya, mereka juga sempat mengajukan protes di leg pertama terkait dugaan handball pemain Atletico yakni Marc Pubill yang tidak berujung pada penalti.

Namun, protes tersebut telah ditolak oleh UEFA sebelum leg kedua berlangsung. Keputusan itu justru semakin memicu kekecewaan pihak klub.

Presiden Barcelona yakni Joan Laporta menjadi salah satu sosok yang paling vokal menyuarakan ketidakpuasan terhadap kinerja perangkat pertandingan.

Dirinya menilai ada banyak aspek yang perlu dievaluasi demi menjaga keadilan kompetisi elite Eropa tersebut agar tidak ada pihak yang dirugikan.

Sistem Perwasitan Harus Segera Diperbaiki

Barcelona tidak hanya sekadar melayangkan protes saja, namun juga menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan UEFA dalam memperbaiki sistem perwasitan.

Fokus utama mereka adalah mendorong penerapan aturan yang lebih tegas, transparan, dan konsisten di setiap pertandingan. Harapannya, kejadian serupa tidak terulang kembali di masa yang akan datang.

Bagi Barcelona, keputusan-keputusan yang dinilai keliru bukan hanya berdampak secara teknis di lapangan saja, tetapi juga membawa konsekuensi besar terhadap nasib klub yang sedang berjuang di momen-momen krusial.

Insiden yang dialami oleh Barcelona tentunya kembali membuka perdebatan panjang soal kualitas kepemimpinan wasit di kompetisi level tertinggi Eropa tersebut. Karena setiap keputusan wasit harus bisa menguntungkan kedua belah pihak.

Bagi Barcelona, kegagalan untuk melangkah lebih jauh di Liga Champions pada musim ini bukan hanya sekadar soal hasil pertandingan saja. Namun ada rasa ketidakpuasan yang lebih dalam terkait bagaimana pertandingan tersebut berlangsung.

Kita lihat saja, apakah UEFA akan untuk merespons protes tersebut atau tidak. Karena sejatinya, tujuan Barcelona melakukan protes adalah untuk memastikan bahwa standar perwasitan di Liga Champions benar-benar berada di level terbaik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Real Madrid Tersingkir dari Liga Champions, Sinyal Puasa Trofi Musim Ini?
Prediksi Liga Champions Leg Kedua: Atletico Madrid Vs Barcelona, Siapa yang Akan Lolos?
Liverpool Tumbang di Kandang PSG, Catatan Buruk The Reds Terus Bertambah!
Prediksi Skor PSG Vs Liverpool Babak Perempatfinal Liga Champions Leg 1
Barcelona Vs Atletico Madrid: Statistik Mengerikan Terungkap, Blaugrana Punya Keunggulan Telak!
Prediksi Skor Real Madrid Vs Bayern Munchen Leg 1 Babak Perempatfinal Liga Champions
Prediksi Pertandingan Sporting Lisbon Vs Arsenal Babak Perempatfinal Liga Champions Leg 1
Real Madrid Jauh Lebih Berpengalaman di Liga Champions, Munchen Harus Waspada!
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 05:50 WIB

Disingkirkan Atletico, Barcelona Resmi Laporkan Wasit ke UEFA

Kamis, 16 April 2026 - 19:40 WIB

Real Madrid Tersingkir dari Liga Champions, Sinyal Puasa Trofi Musim Ini?

Selasa, 14 April 2026 - 17:00 WIB

Prediksi Liga Champions Leg Kedua: Atletico Madrid Vs Barcelona, Siapa yang Akan Lolos?

Kamis, 9 April 2026 - 17:30 WIB

Liverpool Tumbang di Kandang PSG, Catatan Buruk The Reds Terus Bertambah!

Rabu, 8 April 2026 - 19:30 WIB

Prediksi Skor PSG Vs Liverpool Babak Perempatfinal Liga Champions Leg 1

Berita Terbaru

Roberto Firmino With False 9 (Foto: Jobs In Football)

Fakta Sepakbola

Apa Itu False 9? Yuk Ketahui Cara Kerja dan Keunggulannya di Lapangan

Jumat, 24 Apr 2026 - 23:30 WIB

Klub Terbaik Dunia (Foto: Bola.com/Adreanus Titus)

Fakta Sepakbola

Daftar 5 Klub Terbaik Dunia Tahun 2026, Siapa Nomor 1?

Jumat, 24 Apr 2026 - 21:15 WIB

Sheffield FC Klub Sepakbola Tertua di Dunia yang Berdiri Pada Tahun 1857 (Foto: INDOSPORT)

Fakta Sepakbola

10 Klub Sepakbola Tertua di Dunia, Sudah Tahu?

Jumat, 17 Apr 2026 - 23:00 WIB