Italia Tersingkir Lagi di Piala Dunia, Gattuso Minta Maaf!

- Redaksi

Rabu, 1 April 2026 - 17:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelatih Kepala Timnas Italia, Gennaro Gattuso Sedang Memeluk Penyerang Italia, Francesco Pio Esposito, dan, Niccolo Pisilli (Sumber: AFP/STEFANO RELLANDINI)

i

Pelatih Kepala Timnas Italia, Gennaro Gattuso Sedang Memeluk Penyerang Italia, Francesco Pio Esposito, dan, Niccolo Pisilli (Sumber: AFP/STEFANO RELLANDINI)

Liganesia – Italia gagal ke Piala Dunia lagi setelah mereka gugur di babak playoff.

Gennaro Gattuso selaku pelatih Timnas Italia pun angkat bicara dan menyampaikan permintaan maaf setelah timnya tersingkir secara dramatis.

Kegagalan ini merupakan yang ketiga kalinya bagi Italia setelah sebelumnya mereka juga gagal mendapatkan tempat di Piala Dunia pada edisi 2018 dan edisi 2022.

Drama 120 Menit Berujung Adu Penalti

Italia harus mengakui keunggulan Timnas Bosnia dan Herzegovina dalam laga terakhir di babak playoff.

Pertandingan tersebut berlangsung di Zenica dan berjalan cukup ketat dengan tensi tinggi.

Gli Azzurri sebenarnya membuka harapan lebih dulu lewat gol cepat Moise Kean di awal laga.

Momentum memang sempat berpihak ke Italia, namun situasi berubah drastis jelang akhir babak pertama.

Kartu merah yang diterima Alessandro Bastoni membuat Italia harus bermain dengan 10 pemain.

Kondisi ini jelas memengaruhi ritme permainan dan membuat mereka lebih banyak bertahan.

Kehilangan Kendali, Italia Dibalas di Akhir Laga

Unggul jumlah pemain tentu menjadi keuntungan bagi Bosnia. Mereka pun memanfaatkan keuntungan ini untuk terus menyerang sistem pertahanan Italia.

Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil saat Haris Tabakovic mencetak gol penyeimbang di babak kedua pada menit ke-79.

Skor imbang bertahan hingga waktu normal dan extra time usai. Laga pun harus berlanjut ke babak adu penalti.

Momen adu penalti tersebut akhirnya kembali menjadi mimpi buruk bagi Timnas Italia.

Dalam babak tos-tosan, Italia tampil kurang tenang. Dua penendang gagal menjalankan tugas, sementara Bosnia tampil lebih efektif dan memastikan kemenangan.

Italia Sudah Tiga Kali Beruntun Gagal ke Piala Dunia

Hasil ini tentu memperpanjang catatan kelam Timnas Italia yang saat ini sudah tiga kali berturut-turut gagal lolos ke Piala Dunia.

Baca Juga:  Spanyol Vs Arab Saudi: Oyarzabal Bungkam Kritik dengan Performa Gila

Sebelumnya, mereka juga tersingkir di fase playoff pada edisi 2018 dan edisi 2022.

Padahal, Italia merupakan salah satu negara dengan sejarah besar di sepakbola dunia dan sudah mengoleksi 4 trofi Piala Dunia.

Situasi ini langsung membuat publik mulai mempertanyakan arah perkembangan sepakbola Italia, termasuk regenerasi pemain dan kualitas kompetisi domestik.

Gattuso Angkat Bicara, Tetap Bangga dengan Tim

Meski hasilnya pahit, Gennaro Gattuso tetap memberikan dukungan penuh kepada para pemainnya.

Ia menilai timnya sudah menunjukkan kerja keras dan semangat juang tinggi sepanjang pertandingan.

Menurutnya, Italia sebenarnya tampil cukup baik dan mampu menciptakan peluang.

Namun karena Bastoni mendapatkan katu merah di babak pertama, ritme permainan langsung berubah drastis.

Gattuso juga menegaskan bahwa dirinya akan bertanggung jawab atas hasil ini dan menyampaikan permintaan maaf kepada publik Italia.

Tekanan Besar untuk Masa Depan Timnas Italia

Kegagalan ini dipastikan akan membawa dampak yang cukup besar, baik bagi pelatih maupun federasi.

Evaluasi secara menyeluruh hampir pasti akan dilakukan, termasuk kemungkinan perubahan dalam struktur tim nasional.

Bagi Italia, ini bukan sekadar soal kalah dalam pertandingan saja, tetapi tentang menjaga reputasi sebagai salah satu kekuatan besar sepakbola dunia.

Dan pada akhirnya, kisah pahit Timnas Italia di Piala Dunia 2026 kembali terulang. Meski sudah berjuang maksimal, hasil akhir tetap tak berpihak.

Kini, tugas berat menanti Gennaro Gattuso dan timnya untuk kembali membangkitkan kembali kejayaan Italia yang sempat menghilang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Akanji: Swiss Bisa Saja Jadi Juara Dunia Jika Insiden Kartu Merah Itu Tak Terjadi
FIFA Dikabarkan Ingin Lepas Sebagian Kepemilikan Piala Dunia, UEFA Beri Penolakan Keras
Donald Trump Buka Suara Soal Topi yang Dipakai Ferran Torres Saat Perayaan Juara Piala Dunia 2026
Bikin Haru, Pedro Porro Persembahkan Medali Juara Piala Dunia 2026 untuk Sang Kakek
Meksiko Dipuji Jadi Tuan Rumah Terbaik Piala Dunia 2026
Spanyol Jadi Raja Baru di Ranking FIFA, Argentina Tergusur
Madrid Membara! Parade Juara Piala Dunia Spanyol Disambut Lautan Suporter
Boikot Final Piala Dunia, Ini Penyebab Presiden UEFA Geram ke FIFA
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 00:26 WIB

Akanji: Swiss Bisa Saja Jadi Juara Dunia Jika Insiden Kartu Merah Itu Tak Terjadi

Rabu, 29 Juli 2026 - 06:35 WIB

FIFA Dikabarkan Ingin Lepas Sebagian Kepemilikan Piala Dunia, UEFA Beri Penolakan Keras

Senin, 27 Juli 2026 - 01:39 WIB

Donald Trump Buka Suara Soal Topi yang Dipakai Ferran Torres Saat Perayaan Juara Piala Dunia 2026

Jumat, 24 Juli 2026 - 06:15 WIB

Bikin Haru, Pedro Porro Persembahkan Medali Juara Piala Dunia 2026 untuk Sang Kakek

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:40 WIB

Meksiko Dipuji Jadi Tuan Rumah Terbaik Piala Dunia 2026

Berita Terbaru

Bali United Vs PSS (Foto: Dokumentasi PSSI Pers)

BRI Super League

Hasil Bali United Vs PSS: Serdadu Tridatu Menang 2-1

Jumat, 4 Sep 2026 - 21:30 WIB

Lionel Messi (Foto: Elsa/Getty Images)

Olahraga

Lionel Messi Resmi Pensiun dari Timnas Argentina

Selasa, 1 Sep 2026 - 00:00 WIB