Liganesia – Yaya Toure berhasil membawa Slovan Bratislava melangkah ke fase liga Liga Champions 2026/2027. Keberhasilan tersebut bukan hanya menjadi pencapaian penting bagi klub Slovakia itu, tetapi juga menciptakan catatan bersejarah bagi Toure sebagai pelatih asal Afrika.
Slovan memastikan tiket ke fase liga setelah menundukkan Celje dengan skor 2-1 pada leg kedua playoff Liga Champions, Kamis (27/8/2026) dini hari WIB. Pertandingan harus dilanjutkan hingga babak tambahan setelah kedua tim bermain imbang pada waktu normal.
Hasil tersebut membuat Slovan unggul agregat 3-2. Pada pertemuan pertama di kandang sendiri, kedua tim bermain sama kuat 1-1.
Slovan Kembali ke Panggung Liga Champions
Bagi Slovan Bratislava, keberhasilan ini mengantarkan mereka kembali ke fase liga Liga Champions untuk kedua kalinya.
Klub tersebut sebelumnya tampil pada edisi 2024/2025, ketika format kompetisi masih menggunakan sistem fase liga yang baru diperkenalkan UEFA.
Namun, perjalanan Slovan saat itu berlangsung sangat buruk. Mereka gagal meraih satu pun kemenangan dan menelan kekalahan dalam seluruh delapan pertandingan yang dimainkan.
Kini, tantangan serupa kembali hadir dengan Toure sebagai sosok yang diharapkan mampu memberikan perubahan.
Pelatih asal Pantai Gading tersebut baru menangani Slovan sejak Juli 2026. Meski masih relatif baru, ia langsung memperlihatkan hasil positif pada awal masa kepelatihannya.
Catatan Bersejarah untuk Toure
Kelolosan Slovan memiliki arti khusus bagi Toure.
Ia menjadi pelatih asal Afrika pertama yang membawa sebuah klub hingga tampil di fase grup atau fase liga Liga Champions.
Catatan tersebut sebelumnya belum pernah ditorehkan pelatih Afrika lainnya.
Toure melewati pencapaian Ndubuisi Egbo, pelatih asal Nigeria yang pada 2020 membawa FK Tirana hingga babak kualifikasi Liga Champions. Namun, perjalanan Tirana saat itu terhenti sebelum mencapai fase utama kompetisi.
Kini Toure berhasil membawa tim asuhannya melewati seluruh rintangan playoff dan mendapatkan tempat di antara klub-klub terbaik Eropa.
Baru Menjadi Pelatih, Langsung Bikin Gebrakan
Pencapaian Toure menjadi semakin menarik karena kariernya sebagai pelatih kepala masih tergolong muda.
Ia baru memulai tugasnya bersama Slovan pada Juli tahun ini. Dalam waktu singkat, mantan gelandang Manchester City dan Barcelona itu sudah menghadirkan perubahan positif.
Di kompetisi domestik, Slovan juga tampil meyakinkan.
Mereka berhasil menyapu bersih empat pertandingan pertama di Liga Slovakia dan saat ini berada di posisi teratas klasemen.
Rangkaian hasil tersebut menjadi modal penting sebelum mereka memasuki persaingan yang jauh lebih berat di Liga Champions.
Pengalaman sebagai Pemain Jadi Modal Berharga
Toure tentu bukan sosok asing dengan atmosfer kompetisi elite Eropa.
Ketika masih aktif bermain, ia memiliki pengalaman panjang bersama sejumlah klub besar. Salah satu periode terbaik dalam kariernya terjadi saat membela Barcelona.
Bersama klub asal Catalunya tersebut, Toure berhasil meraih trofi Liga Champions sekaligus dua gelar LaLiga.
Setelah pindah ke Manchester City, koleksi gelarnya semakin bertambah. Ia ikut membantu The Citizens memenangkan tiga titel Premier League.
Di level internasional, Toure juga menjadi bagian dari tim nasional Pantai Gading yang berhasil menjuarai Piala Afrika 2015.
Pengalaman tersebut kini coba dibawa ke dunia kepelatihan.
Perjalanan Kepelatihan Toure
Setelah memutuskan pensiun sebagai pemain pada 2020, Toure mulai membangun karier dari sisi lain lapangan.
Ia sempat menjalani sejumlah pengalaman sebagai bagian dari staf kepelatihan. Beberapa di antaranya adalah menjadi asisten pelatih Standard Liege, terlibat bersama tim nasional Arab Saudi, serta menangani tim U-16 Tottenham Hotspur.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses sebelum akhirnya ia mendapat kesempatan menjadi pelatih kepala Slovan Bratislava.
Tantangan yang kini dihadapinya tentu berbeda.
Jika saat masih bermain Toure bertugas mengatur permainan dari lini tengah, kini ia harus merancang strategi, mengelola ruang ganti, dan menentukan pendekatan terbaik menghadapi lawan.
Menunggu Hasil Drawing
Setelah memastikan tempat di fase liga, Slovan masih harus menunggu siapa saja lawan yang akan mereka hadapi.
Pengundian fase liga Liga Champions 2026/2027 dijadwalkan berlangsung di Grimaldi Forum, Monako, pada Kamis (27/8/2026) malam waktu setempat.
Hasil drawing tersebut akan menentukan perjalanan Slovan berikutnya di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa.
Bagi Toure, fase liga akan menjadi ujian sesungguhnya. Setelah sukses melewati playoff, ia kini harus membuktikan bahwa Slovan mampu bersaing ketika berhadapan dengan klub-klub elite Eropa.
Satu hal sudah pasti: dalam waktu kurang dari dua bulan sejak ditunjuk sebagai pelatih, Toure telah membawa Slovan mencapai panggung besar sekaligus mencatatkan namanya dalam sejarah sepak bola Afrika.








