Mahasiswa UMY Kembangkan Nanohidrogel dari Sisik Ikan Nila untuk Percepat Penyembuhan Luka Diabetes

- Redaksi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa UMY Kembangkan Nanohidrogel dari Sisik Ikan Nila untuk Percepat Penyembuhan Luka Diabetes

i

Mahasiswa UMY Kembangkan Nanohidrogel dari Sisik Ikan Nila untuk Percepat Penyembuhan Luka Diabetes

Yogyakarta – Lima mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang tergabung dalam tim COLLANILA mengembangkan inovasi berbasis bahan alam lokal untuk menjawab persoalan komplikasi diabetes melitus yang selama ini masih menjadi momok bagi jutaan penderita di Indonesia. Inovasi tersebut berupa nanohidrogel peptida kolagen yang diekstraksi dari sisik ikan nila (Oreochromis niloticus), diformulasikan sebagai modulator protein TGF-β1 untuk mempercepat penyembuhan ulkus diabetikus.

Riset ini digagas oleh Iyyaka Kautshar Pinta Rizka sebagai ketua tim, bersama empat anggota yaitu Clarissa Rafeyfa Zahirah, Zata Lini F, Karima Alya Maheswari, dan Baiq Lala Eka Anansi Aisyah Purya S, di bawah bimbingan Dr. dr. Titiek Hidayati, M.Kes., Sp.DLP, Sp.KKLP., FISCM., FISPH.. Riset ini merupakan salah satu proyek yang lolos pendanaan PKM Riset Eksakta (PKM-RE) 2026 dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

“Ulkus diabetikus adalah salah satu komplikasi paling ditakuti dari diabetes melitus karena prosesnya lambat sembuh dan berisiko tinggi berujung pada amputasi. Kami ingin menghadirkan alternatif terapi yang berbasis bahan lokal, terjangkau, dan potensial secara biologis,” ujar Iyyaka Kautshar Pinta Rizka.

Tim memilih sisik ikan nila karena selama ini hanya menjadi limbah hasil samping industri perikanan, padahal kandungan kolagennya berpotensi besar untuk diolah menjadi bahan biomedis. Melalui proses ekstraksi dan sintesis, peptida kolagen tersebut dikembangkan menjadi sediaan nanohidrogel yang secara khusus diarahkan untuk memengaruhi jalur sinyal TGF-β1, salah satu faktor pertumbuhan kunci yang mengatur proliferasi sel dan pembentukan jaringan baru dalam proses penyembuhan luka.

Baca Juga:  Jasa Bersih Rumah Tangerang: Rahasia Rumah Kinclong Terus

Untuk membuktikan potensi tersebut, tim COLLANILA menjalankan rangkaian pengujian bertahap mulai dari ekstraksi dan karakterisasi bahan, uji in vitro pada kultur sel, uji in vivo pada model hewan coba, hingga pendekatan in silico untuk memprediksi interaksi molekuler antara peptida kolagen dan reseptor TGF-β1 sebelum diuji secara laboratoris.

Dr. dr. Titiek Hidayati, M.Kes., Sp.DLP, Sp.KKLP., FISCM., FISPH. selaku dosen pembimbing menilai riset ini sejalan dengan semangat hilirisasi hasil laut dan perikanan Indonesia menjadi produk bernilai tambah tinggi di bidang kesehatan. “Mahasiswa perlu didorong untuk berpikir lintas disiplin, memadukan ilmu kedokteran dengan pemanfaatan sumber daya lokal yang selama ini kurang dilirik,” ungkapnya.

Tim berharap riset yang didukung penuh oleh program PKM Riset Eksakta (PKM-RE) 2026 ini dapat menjadi titik awal pengembangan produk biomedis berbasis kolagen ikan nila yang lebih luas, sekaligus memberi kontribusi nyata terhadap upaya penanganan komplikasi diabetes di Indonesia.

###

Narahubung: Iyyaka Kautshar Pinta Rizka (Ketua Tim COLLANILA, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY))

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Ketua Umum PP IAI Resmi Memimpin Bidang Kesehatan IKAL Entrepreneur Lemhannas RI, Perkuat Sinergi Profesi dan Ketahanan Nasional
Tanggapan Strategis Dan Analisis Kebijakan Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)
Direktori Gim vs Bayapk: Komparasi Pusat Basis Data Game Indonesia vs Panduan Taktis Spesifik
Punya Bisnis di Jogja? Website Profesional Bisa Membuka Peluang yang Lebih Besar
Reza Nafi Rizqi Musyaffa, Educational Content Creator yang Aktif Berbagi Insight Beasiswa, Kompetisi, dan Strategi Menjadi Mahasiswa Berprestasi
Tracking GPS dan QRIS, Dua Instrumen Digital dalam Inovasi MATA PANDAWA – Pengawasan Pajak Sragen
Lavia (Bu Aji): Kreator Konten yang Mengangkat Pemberdayaan Perempuan dan Semangat Women Support Women
Melihat Data Pasar Kripto dari Berbagai Sumber dalam Satu Platform
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:19 WIB

Tanggapan Strategis Dan Analisis Kebijakan Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Direktori Gim vs Bayapk: Komparasi Pusat Basis Data Game Indonesia vs Panduan Taktis Spesifik

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Punya Bisnis di Jogja? Website Profesional Bisa Membuka Peluang yang Lebih Besar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Reza Nafi Rizqi Musyaffa, Educational Content Creator yang Aktif Berbagi Insight Beasiswa, Kompetisi, dan Strategi Menjadi Mahasiswa Berprestasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Tracking GPS dan QRIS, Dua Instrumen Digital dalam Inovasi MATA PANDAWA – Pengawasan Pajak Sragen

Berita Terbaru