Liganesia – Perayaan gelar juara Piala Dunia 2026 Timnas Spanyol tak hanya menjadi perhatian karena euforia kemenangan, tetapi juga aksi Ferran Torres yang mengenakan topi bertuliskan “Make Spain Great Again”. Tulisan tersebut langsung memicu berbagai spekulasi karena dinilai menyerupai slogan politik yang identik dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Menanggapi ramainya pembahasan tersebut, Trump akhirnya memberikan komentarnya. Respons yang disampaikan justru bernada positif dan tidak menunjukkan keberatan terhadap aksi pemain Spanyol itu.
Topi Ferran Torres Jadi Perbincangan
Ferran Torres menjadi salah satu pemain yang paling disorot saat parade juara Timnas Spanyol di Madrid.
Pahlawan kemenangan La Furia Roja di partai final itu terlihat mengenakan topi merah dengan tulisan “Make Spain Great Again”. Desainnya mengingatkan publik pada topi “Make America Great Again” atau MAGA yang selama ini identik dengan kampanye politik Donald Trump.
Kemunculan topi tersebut langsung viral di media sosial. Sebagian warganet menganggapnya sebagai bentuk sindiran, sementara yang lain menilai itu hanya bagian dari selebrasi dan ungkapan kebanggaan terhadap keberhasilan Spanyol menjadi juara dunia.
Donald Trump Beri Tanggapan
Di tengah berbagai spekulasi yang berkembang, Donald Trump akhirnya memberikan respons mengenai aksi Ferran Torres.
Presiden Amerika Serikat itu justru memberikan apresiasi kepada pemain berusia 26 tahun tersebut. Trump menyebut Torres sebagai pemain hebat dan menganggap penggunaan topi tersebut sebagai bentuk penghormatan, bukan sindiran.
Menurut Trump, pesan yang disampaikan Ferran Torres memiliki niat baik sehingga tidak ada alasan untuk memberikan respons negatif terhadap momen tersebut.
Pernyataan itu sekaligus meredam berbagai spekulasi yang sempat berkembang setelah foto Ferran Torres tersebar luas di media sosial.
Slogan MAGA Kembali Jadi Sorotan
Frasa “Make America Great Again” atau MAGA merupakan slogan politik yang sangat lekat dengan Donald Trump.
Slogan tersebut sebenarnya telah digunakan sejak era Presiden Ronald Reagan pada dekade 1980-an sebelum kembali dipopulerkan Trump dalam berbagai kampanye politiknya.
Di sisi lain, slogan itu juga kerap memunculkan perdebatan. Sebagian pihak menganggap MAGA sebagai simbol nasionalisme Amerika, sementara pihak lain menilai slogan tersebut memiliki konotasi politik yang kontroversial, terutama terkait isu imigrasi dan identitas nasional.
Karena kemiripan desain dan kalimatnya, topi yang dikenakan Ferran Torres pun langsung memancing berbagai interpretasi dari publik.
Hubungan AS dan Spanyol Sempat Memanas
Momen tersebut terjadi di tengah hubungan diplomatik Amerika Serikat dan Spanyol yang sebelumnya sempat menjadi sorotan.
Beberapa waktu lalu, kedua negara dikabarkan memiliki perbedaan pandangan terkait kebijakan internasional, termasuk persoalan konflik di Timur Tengah. Spanyol juga sempat diberitakan tidak memenuhi permintaan Amerika Serikat terkait penggunaan salah satu fasilitas militernya.
Meski demikian, hingga kini tidak ada indikasi bahwa aksi Ferran Torres berkaitan langsung dengan hubungan politik kedua negara.
Ferran Torres Jadi Pahlawan Spanyol
Terlepas dari polemik topi yang dikenakannya, Ferran Torres tetap menjadi sosok penting dalam keberhasilan Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026.
Penyerang Barcelona tersebut mencetak gol tunggal pada laga final melawan Argentina yang berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk La Furia Roja.
Gol itu memastikan Spanyol kembali mengangkat trofi Piala Dunia sekaligus mengukuhkan Ferran Torres sebagai salah satu pemain paling berpengaruh sepanjang turnamen.
Perayaan Juara yang Mengundang Perhatian
Selebrasi kemenangan Timnas Spanyol memang dipenuhi berbagai momen menarik yang menjadi perhatian media internasional.
Mulai dari parade juara di Madrid hingga aksi para pemain bersama ribuan pendukung, seluruh rangkaian perayaan berlangsung meriah. Namun, topi yang dikenakan Ferran Torres menjadi salah satu momen yang paling banyak diperbincangkan karena dikaitkan dengan slogan politik yang telah dikenal luas di Amerika Serikat.
Meski menuai berbagai spekulasi, respons santai dari Donald Trump membuat polemik tersebut tidak berkembang menjadi kontroversi yang lebih besar.






