Sudah 5 Kali Runner-up, Fajar/Fikri Ungkap Masalah Mental Masih Jadi Hambatan

- Redaksi

Senin, 1 Juni 2026 - 07:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fajar/Fikri (Foto: PBSI)

i

Fajar/Fikri (Foto: PBSI)

Liganesia – Perjuangan Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri di Singapore Open 2026 harus berakhir dengan hasil yang belum sesuai harapan.

Ganda putra andalan Indonesia tersebut kembali finis sebagai runner-up setelah kalah dari pasangan India, Satwiksairaj Rankireddy dan Chirag Shetty, pada partai final.

Bermain di Singapore Indoor Stadium, Fajar/Fikri sebenarnya sempat menunjukkan performa menjanjikan dengan merebut gim pertama.

Namun pasangan India mampu bangkit dan membalikkan keadaan hingga akhirnya memenangkan pertandingan dalam tiga gim dengan skor 18-21, 21-17, dan 21-16.

Hasil ini menambah panjang daftar final yang gagal dimaksimalkan oleh Fajar/Fikri dalam beberapa waktu terakhir.

Sudah 5 Kali Jadi Runner-up

Kegagalan di Singapore Open 2026 menjadi final kelima secara beruntun yang berakhir dengan status runner-up bagi Fajar/Fikri.

Catatan tersebut tentu menjadi perhatian besar mengingat keduanya sering tampil konsisten hingga partai puncak, tetapi belum mampu mengubah peluang menjadi gelar juara.

Sejak menjuarai China Open 2025, pasangan ini terus menunjukkan performa kompetitif di berbagai turnamen internasional.

Mereka berhasil menembus sejumlah final bergengsi seperti Korea Open, Denmark Open, French Open, Australian Open, hingga Singapore Open 2026.

Sayangnya, dalam lima kesempatan tersebut mereka selalu gagal meraih gelar juara.

Meski demikian, pencapaian menembus banyak final tetap menjadi bukti bahwa Fajar/Fikri masih berada di level atas persaingan ganda putra dunia.

Tidak banyak pasangan yang mampu menjaga konsistensi hingga babak akhir turnamen secara berulang.

Mental Jadi Masalah Utama

Salah satu faktor yang menjadi perhatian setelah hasil di Singapore Open adalah aspek mental bertanding. Dalam pertandingan level elite, kemampuan teknis saja sering kali tidak cukup untuk memenangkan laga-laga besar.

Tekanan saat bermain di final berbeda dibandingkan babak-babak sebelumnya. Pemain dituntut mampu mengelola emosi, menjaga fokus, dan tetap tenang dalam momen-momen krusial.

Fajar mengakui bahwa aspek mental masih menjadi bagian yang perlu ditingkatkan. Evaluasi tidak hanya dilakukan dari sisi latihan teknis maupun fisik, tetapi juga bagaimana menghadapi tekanan ketika peluang juara sudah berada di depan mata.

Baca Juga:  Cristiano Ronaldo Diyakini Masih Bisa Tampil di Piala Dunia 2030

Hal ini menjadi langkah penting jika mereka ingin mengakhiri tren runner-up yang terus berulang.

Fajar/Fikri Tampil Cukup Konsisten

Di balik hasil yang mengecewakan, ada satu hal positif yang patut diapresiasi dari perjalanan Fajar/Fikri. Mereka tetap menunjukkan konsistensi luar biasa sepanjang turnamen.

Dalam dunia bulutangkis modern yang persaingannya semakin ketat, mencapai final bukanlah hal mudah. Setiap turnamen diikuti pasangan-pasangan terbaik dunia yang memiliki kualitas merata.

Kemampuan Fajar/Fikri untuk terus menembus semifinal hingga final menunjukkan bahwa mereka masih menjadi salah satu pasangan yang diperhitungkan di sektor ganda putra internasional.

Jika masalah penyelesaian akhir dan mental bertanding dapat diperbaiki, peluang mereka untuk kembali meraih gelar juara tentu masih sangat terbuka.

Indonesia Open 2026 Jadi Target Berikutnya

Usai Singapore Open, perhatian Fajar/Fikri kini tertuju pada Indonesia Open 2026 yang akan berlangsung di Istora Senayan, Jakarta.

Turnamen bergengsi tersebut menjadi kesempatan berikutnya bagi mereka untuk bangkit sekaligus mengakhiri puasa gelar.

Bermain di hadapan pendukung sendiri tentu akan memberikan motivasi tambahan. Atmosfer Istora yang terkenal meriah sering menjadi energi positif bagi para pemain Indonesia untuk tampil lebih percaya diri.

Selain itu, Indonesia Open juga memiliki nilai prestisius yang sangat tinggi dalam kalender bulutangkis dunia. Gelar juara di turnamen ini selalu menjadi target utama bagi setiap pemain Indonesia.

Peluang Juara Masih Terbuka Sangat Lebar

Meski kembali harus puas menjadi runner-up, perjalanan Fajar/Fikri belum bisa dianggap gagal. Justru sebaliknya, hasil-hasil yang mereka raih menunjukkan bahwa pasangan ini masih memiliki kualitas untuk bersaing di level tertinggi.

Tantangan terbesar saat ini bukan lagi soal kemampuan bermain, melainkan bagaimana mengubah konsistensi menjadi trofi.

Dengan pengalaman yang semakin matang dan evaluasi yang tepat, peluang untuk kembali berdiri di podium tertinggi masih sangat besar.

Indonesia Open 2026 pun bisa menjadi momentum penting bagi Fajar/Fikri untuk membuktikan bahwa mereka mampu bangkit dan mengakhiri rentetan hasil runner-up yang terus membayangi dalam beberapa turnamen terakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Singapore Open 2026: Alwi Farhan Tembus Semifinal!
Singapore Open 2026: Jonatan Christie Tersingkir di Babak Pertama
Singapore Open 2026: Fajar/Fikri Lolos ke 16 Besar
Raymond/Joaquin Batal Tampil di Singapore Open 2026
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 07:30 WIB

Sudah 5 Kali Runner-up, Fajar/Fikri Ungkap Masalah Mental Masih Jadi Hambatan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:00 WIB

Singapore Open 2026: Alwi Farhan Tembus Semifinal!

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:30 WIB

Singapore Open 2026: Jonatan Christie Tersingkir di Babak Pertama

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:00 WIB

Singapore Open 2026: Fajar/Fikri Lolos ke 16 Besar

Minggu, 24 Mei 2026 - 23:00 WIB

Raymond/Joaquin Batal Tampil di Singapore Open 2026

Berita Terbaru

Foto: Bola.com/Ana Dewi

BRI Super League

Desak Kasus Mandala Krida, Suporter PSIM Lakukan Aksi Mural Serentak

Selasa, 2 Jun 2026 - 10:30 WIB

Foto: Instagram/@marcmarquez93

MotoGP

Jadwal MotoGP 2026 Resmi Berubah, Seri Qatar Diundur!

Selasa, 2 Jun 2026 - 10:15 WIB