Liganesia – Meski Arsenal gagal meraih gelar Liga Champions 2025/2026, Kai Havertz tetap berhasil mencatatkan namanya dalam sejarah kompetisi paling bergengsi di Eropa tersebut.
Pemain asal Jerman itu mencetak gol pembuka saat Arsenal menghadapi Paris Saint-Germain di partai final yang berlangsung di Budapest.
Gol tersebut lahir ketika pertandingan baru berjalan enam menit dan sempat membawa Arsenal berada di atas angin.
Samai Rekor Cristiano Ronaldo dan Mario Mandzukic
Gol ke gawang PSG membuat Havertz masuk dalam daftar pemain dengan pencapaian yang sangat langka.
Ia menjadi pemain ketiga dalam sejarah Liga Champions yang berhasil mencetak gol di final bersama dua klub berbeda.
Sebelumnya, rekor serupa hanya dimiliki Cristiano Ronaldo yang mencetak gol final untuk Manchester United dan Real Madrid, serta Mario Mandzukic yang melakukannya bersama Bayern Munich dan Juventus.
Pencapaian tersebut semakin menunjukkan kemampuan Havertz tampil dalam pertandingan besar.
Gol Bersejarah yang Berakhir Pahit
Sayangnya, catatan individu Havertz tidak berujung manis bagi Arsenal. Keunggulan yang didapat melalui gol cepat tersebut gagal dipertahankan hingga akhir pertandingan.
PSG berhasil menyamakan kedudukan lewat penalti Ousmane Dembele. Skor imbang bertahan selama waktu normal hingga babak tambahan.
Pemenang akhirnya ditentukan melalui adu penalti yang berlangsung menegangkan.
Arsenal Gagal Wujudkan Mimpi Juara
Dalam adu penalti, PSG tampil lebih tenang dan berhasil menang dengan skor 4-3. Kegagalan Gabriel Magalhaes mengeksekusi tendangan penalti menjadi salah satu momen penentu kemenangan tim asal Prancis tersebut.
Hasil ini membuat Arsenal kembali harus menunda impian meraih gelar Liga Champions pertama sepanjang sejarah klub.
Di sisi lain, PSG sukses mempertahankan trofi dan memperkuat status mereka sebagai salah satu kekuatan terbesar di sepak bola Eropa saat ini.
Rekor Havertz Tetap Layak Diapresiasi
Walaupun tidak mampu membawa Arsenal menjadi juara, pencapaian Kai Havertz tetap menjadi sorotan. Tidak banyak pemain yang mampu mencetak gol di final Liga Champions bersama dua klub berbeda.
Catatan tersebut menempatkan namanya sejajar dengan legenda seperti Cristiano Ronaldo dan Mario Mandzukic, sebuah prestasi yang menunjukkan kualitas serta kemampuannya tampil di panggung terbesar sepak bola Eropa.






