Liganesia – Perjalanan Timnas Indonesia U-17 di ajang Piala Asia U-17 2026 harus berakhir lebih cepat. Garuda Muda gagal melangkah ke babak perempat final setelah menelan kekalahan dari Jepang pada laga terakhir fase grup.
Hasil tersebut membuat Indonesia finis di posisi juru kunci Grup B sekaligus kehilangan kesempatan tampil di Piala Dunia U-17 2026.
Pertandingan yang berlangsung di King Abdullah Sport City Training Stadium, Jeddah, Arab Saudi, menjadi laga penentuan bagi skuad muda Indonesia.
Namun, lawan yang dihadapi kali ini bukan tim sembarangan. Jepang tampil dominan sejak awal pertandingan dan berhasil menunjukkan kualitas mereka sebagai salah satu tim unggulan turnamen.
Jepang Terlalu Tangguh untuk Garuda Muda
Sejak menit pertama, Jepang langsung mengambil inisiatif serangan dan membuat lini pertahanan Indonesia bekerja keras. Tim Samurai Biru muda tampil agresif dengan permainan cepat dan penguasaan bola yang rapi.
Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil di babak pertama lewat gol Ryoma Tsuneyoshi. Gol tersebut membuat Jepang semakin percaya diri, sementara Indonesia kesulitan keluar dari tekanan.
Memasuki babak kedua, Jepang kembali menunjukkan kelasnya. Dua gol tambahan berhasil dicetak melalui Takeshi Wada dan Arata Okamoto yang membuat Indonesia tertinggal jauh.
Garuda Muda sempat memberikan perlawanan dan memperkecil skor lewat gol Peres Tjoe. Namun gol tersebut belum cukup untuk menyelamatkan Indonesia dari kekalahan 1-3.
Indonesia Jadi Juru Kunci Grup B
Kekalahan dari Jepang membuat posisi Indonesia di klasemen akhir Grup B semakin sulit. Di pertandingan lain, China berhasil mengalahkan Qatar dengan skor 2-0.
Hasil itu membuat China mengoleksi poin yang sama dengan Indonesia dan Qatar, yakni tiga poin. Namun China unggul dalam selisih gol sehingga berhak finis di posisi runner-up grup.
Sementara Jepang tampil sempurna dengan menyapu bersih tiga kemenangan dan keluar sebagai juara Grup B.
Klasemen Akhir Grup B Piala Asia U-17 2026
- Jepang – 9 poin
- China – 3 poin
- Qatar – 3 poin
- Indonesia – 3 poin
Indonesia harus puas berada di posisi terbawah karena memiliki selisih gol paling buruk di grup.
Tiket Piala Dunia U-17 2026 Ikut Melayang
Kegagalan lolos ke babak perempat final juga berdampak besar bagi Indonesia. Garuda Muda dipastikan gagal mengamankan tiket menuju Piala Dunia U-17 2026.
Dalam format turnamen kali ini, hanya tim yang berhasil finis sebagai juara grup atau runner-up yang berhak lolos otomatis ke ajang dunia tersebut. Karena finis di posisi keempat, langkah Indonesia pun terhenti di fase grup.
Hasil ini tentu menjadi pukulan bagi para pemain muda Indonesia yang sebelumnya sempat menunjukkan semangat juang tinggi di turnamen.
Evaluasi Besar untuk Timnas Indonesia U-17
Meski harus tersingkir lebih awal, perjalanan Indonesia di Piala Asia U-17 tetap memberikan banyak pelajaran penting.
Tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto sebenarnya sempat menunjukkan potensi saat meraih kemenangan di salah satu laga grup.
Namun menghadapi tim dengan level permainan lebih tinggi seperti Jepang, terlihat jelas bahwa Indonesia masih memiliki banyak pekerjaan rumah.
Mulai dari konsistensi permainan, ketahanan mental, hingga organisasi pertahanan menjadi aspek yang perlu dibenahi.
Selain itu, efektivitas penyelesaian akhir juga menjadi sorotan. Dalam beberapa pertandingan, Indonesia mampu menciptakan peluang tetapi kurang maksimal dalam mengubahnya menjadi gol.
Jepang Jadi Kandidat Kuat Juara
Di sisi lain, Jepang kembali membuktikan diri sebagai salah satu kekuatan terbesar sepak bola usia muda di Asia. Permainan disiplin, teknik tinggi, dan kualitas individu pemain menjadi senjata utama mereka sepanjang fase grup.
Dengan hasil sempurna dari tiga pertandingan, Jepang kini melaju ke babak perempat final sebagai salah satu favorit juara Piala Asia U-17 2026.
Harapan untuk Masa Depan Timnas Indonesia U-17
Kegagalan di turnamen ini tentu mengecewakan, tetapi bukan akhir dari segalanya. Banyak pemain muda Indonesia yang masih memiliki peluang berkembang dan menjadi tulang punggung sepak bola nasional di masa depan.
Pengalaman menghadapi tim-tim kuat Asia bisa menjadi modal berharga untuk meningkatkan kualitas permainan mereka ke depan.
Dengan pembinaan yang tepat dan kompetisi usia muda yang terus berkembang, peluang Indonesia untuk bersaing di level internasional tetap terbuka lebar.
Para pendukung sepak bola Tanah Air tentu berharap Garuda Muda bisa bangkit dan tampil lebih kuat di turnamen berikutnya.






