Liganesia – Juventus akhirnya kembali ke jalur kemenangan di Serie A setelah sempat menjalani periode sulit dalam beberapa pekan terakhir.
Tim berjuluk Bianconeri itu sukses menghajar Pisa SC dengan skor telak 4-0 dalam pertandingan yang berlangsung di Turin.
Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Juventus di liga sejak awal Februari, sekaligus menjadi sinyal kebangkitan bagi tim asuhan Luciano Spalletti.
Meski demikian, hasil meyakinkan tersebut ternyata tidak sepenuhnya membuat sang pelatih puas, terutama terkait performa lini depan timnya.
Juventus Menggila di Babak Kedua
Menariknya, seluruh gol Juventus baru tercipta setelah babak kedua dimulai. Pada paruh pertama pertandingan, Pisa mampu menahan serangan tuan rumah meskipun Juventus tetap mendominasi penguasaan bola.
Perubahan strategi yang dilakukan Luciano Spalletti setelah turun minum terbukti sangat efektif. Juventus langsung tampil lebih agresif dan mampu membongkar pertahanan Pisa yang sebelumnya cukup solid.
Empat gol kemenangan Juventus dicetak oleh Andrea Cambiaso, Khephren Thuram, Kenan Yildiz, serta Jeremie Boga.
Serangan yang lebih cepat dan variasi permainan membuat Pisa kesulitan menghentikan gelombang tekanan dari Bianconeri.
Performa tim juga terlihat meningkat setelah Spalletti melakukan pergantian pemain penting dengan menarik Jonathan David dan Federico Gatti, lalu memasukkan Jeremie Boga serta Lloyd Kelly. Pergantian tersebut memberi dimensi baru pada permainan Juventus.
Eksperimen Yildiz Sebagai False Nine
Dalam skema yang diterapkan pada babak kedua, Kenan Yildiz dimainkan lebih ke depan sebagai false nine. Posisi tersebut membuat pemain muda asal Turki itu lebih bebas bergerak di area pertahanan lawan.
Hasilnya cukup positif. Yildiz mampu memanfaatkan ruang yang tercipta dan ikut menyumbangkan satu gol dalam kemenangan besar Juventus tersebut.
Meski eksperimen tersebut berjalan cukup baik, Luciano Spalletti tetap menilai bahwa timnya membutuhkan sosok striker murni di lini depan.
Menurutnya, keberadaan penyerang tengah dengan kualitas fisik atau teknik yang tinggi sangat penting untuk membuka ruang bagi pemain lain.
Ia juga menilai bahwa menghadapi tim yang bermain rapat seperti Pisa membutuhkan pergerakan striker yang tajam serta akurasi umpan yang tinggi agar peluang bisa tercipta secara maksimal.
Kenan Yildiz Dinilai Lebih Berbahaya dengan Striker Murni
Spalletti menilai potensi Kenan Yildiz akan lebih maksimal jika ia bermain di belakang seorang penyerang tengah alami.
Dalam skema tersebut, Yildiz bisa fokus pada kreativitas dan pergerakan tanpa harus menanggung seluruh tanggung jawab sebagai ujung tombak.
Pemain muda Juventus itu memang menjadi salah satu talenta paling menjanjikan di skuad Bianconeri saat ini. Kemampuannya dalam mengolah bola, menciptakan peluang, hingga mencetak gol membuatnya sering menjadi andalan dalam berbagai situasi.
Namun, tanpa kehadiran striker murni yang mampu menarik perhatian bek lawan, ruang gerak Yildiz dinilai menjadi lebih terbatas.
Juventus Sempat Cari Striker Baru
Sinyal yang diberikan Spalletti sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, ia sempat meminta manajemen Juventus untuk mendatangkan penyerang tambahan pada bursa transfer Januari lalu.
Beberapa nama sempat dikaitkan dengan Juventus, termasuk Randal Kolo Muani dan Youssef En-Nesyri. Namun hingga jendela transfer ditutup, tidak ada kesepakatan yang berhasil tercapai.
Situasi ini membuat Juventus harus mengandalkan pemain yang ada saat ini untuk mengisi lini depan sepanjang sisa musim.
Vlahovic Bisa Jadi Solusi
Kabar baik bagi Juventus adalah kembalinya Dusan Vlahovic ke sesi latihan tim setelah absen cukup lama akibat cedera adductor yang dialaminya sejak November 2025.
Striker asal Serbia tersebut dikenal sebagai penyerang tengah klasik yang memiliki kekuatan fisik, kemampuan duel udara, serta insting mencetak gol yang tajam. Karakteristik tersebut dinilai sesuai dengan tipe striker yang diinginkan Luciano Spalletti.
Jika Vlahovic mampu kembali ke performa terbaiknya, ia berpotensi menjadi solusi bagi masalah lini depan Juventus.
Kehadirannya juga diyakini dapat membantu memaksimalkan permainan kreatif pemain seperti Kenan Yildiz di lini serang Bianconeri.






