Liganesia – Performa Persija Jakarta tengah menjadi sorotan setelah gagal meraih kemenangan dalam tiga pertandingan terakhir di ajang BRI Super League musim 2025/2026.
Hasil kurang memuaskan tersebut pun membuat peluang Macan Kemayoran dalam perebutan gelar juara semakin menipis.
Direktur olahraga Persija yakni Bambang Pamungkas secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya terhadap tren negatif yang dialami oleh tim.
Ia menilai hasil tersebut tidak sesuai dengan target yang sudah ditetapkan sejak awal musim. Bambang Pamungkas pun menegaskan bahwa Persija Jakarta harus segera melakukan evaluasi secara menyeluruh, baik dari segi performa tim, konsistensi permainan, hingga mentalitas para pemain di lapangan.
Menurutnya, jika kondisi ini terus berlanjut tanpa adanya perubahan yang signifikan, bukan tidak mungkin ambisi untuk meraih gelar juara pada musim ini akan semakin sulit untuk diwujudkan.
Tren Negatif Persija Jakarta
Persija terakhir kali merasakan kemenangan saat menghadapi Malut United pada Februari lalu. Setelah itu, performa tim menurun drastis dengan dua hasil imbang saat melawan Borneo FC Samarinda dan Dewa United.
Peforma Persija pun semakin memburuk setelah mereka harus mengakui keunggulan Bhayangkara Presisi Lampung dengan skor tipis 2-3.
Rentetan hasil tersebut membuat Persija kehilangan momentum penting dalam perburuan gelar. Konsistensi yang sebelumnya menjadi kekuatan utama kini justru menjadi titik lemah yang harus segera diperbaiki.
Jarak dengan Puncak Klasemen Semakin Melebar
Kegagalan dalam meraih poin maksimal tentunya berdampak langsung pada posisi di klasemen. Persija kini tertahan di peringkat ketiga klasemen sementara dengan mengoleksi 52 poin, tertinggal cukup jauh dari Persib Bandung yang kokoh di puncak dengan raihan 61 poin.
Selisih poin yang kian melebar tersebut pun langsung membuat peluang juara semakin berat. Meski secara matematis masih terbuka, Persija harus menyapu bersih sisa pertandingan sambil berharap rivalnya terpeleset di laga-laga krusial.
Fokus Total Jadi Kunci Kebangkitan Bagi Persija
Masih ada delapan pertandingan tersisa untuk musim ini. Manajemen meminta seluruh elemen tim untuk meningkatkan fokus dan konsentrasi.
Karena setiap laga yang tersisa kini dianggap sebagai final yang harus dimenangkan demi menjaga peluang sekecil apa pun untuk menjadi juara.
Selain itu, perbaikan di berbagai lini juga menjadi perhatian utama. Mulai dari kedisiplinan pemain hingga efektivitas serangan. Semuanya perlu ditingkatkan agar Persija bisa kembali ke jalur kemenangan.
Peluang Masih Ada, Tapi Tidak Mudah
Walaupun situasi kurang begitu ideal, namun harapan belum sepenuhnya tertutup. Persija masih memiliki kualitas skuad yang mumpuni untuk bangkit dan memberikan perlawanan hingga akhir musim.
Akan tetapi jika tidak ada perubahan yang signifikan dalam performa tim, mimpi untuk bisa meraih trofi musim ini bisa saja sirna.
Tekanan pun kini berada di pundak pelatih dan pemain untuk membuktikan bahwa mereka masih layak untuk bersaing di papan atas.
Krisis kemenangan yang dialami oleh Persija Jakarta memang menjadi peringatan yang cukup serius jelang akhir musim. Jika tidak segera bangkit, peluang juara akan semakin menjauh.






