Liganesia – Performa Liverpool di Premier League musim 2025/2026 kembali mendapat sorotan tajam setelah menelan kekalahan terbaru.
The Reds harus mengakui keunggulan Brighton & Hove Albion dengan skor tipis 1-2 dalam laga yang berlangsung di Amex Stadium.
Hasil tersebut tentunya memperpanjang daftar kekalahan Liverpool musim ini. Dari total 31 pertandingan, mereka sudah kalah 10 kali.
Angka ini menjadi catatan yang cukup mengkhawatirkan. Karena terakhir kali Liverpool mengalami jumlah kekalahan yang sama, yakni pada musim 2015/2016.
Tren Negatif Mulai Mengkhawatirkan
Kondisi ini membuat Liverpool berada dalam situasi sulit menjelang akhir musim. Dengan tujuh pertandingan tersisa, potensi untuk mencatat rekor buruk baru semakin terbuka jika performa tim tidak segera membaik.
Secara historis, Liverpool pernah mencatat rekor kekalahan terbanyak dalam satu musim Liga Inggris sebanyak 16 kali, yakni pada musim 1993/1994.
Sementara dalam format modern dengan 20 tim, catatan terburuk mereka adalah 14 kekalahan pada musim 2011/2012.
Jika tren negatif ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin The Reds mendekati atau bahkan melampaui rekor buruk tersebut.
Cedera dan Minim Ketajaman Jadi Faktor Utama
Salah satu penyebab utama Liverpool tidak konsisten musim ini yakni karena badai cedera yang melanda beberapa pemain inti.
Absennya sejumlah pemain kunci membuat keseimbangan tim menjadi terganggu, terutama di lini serang. Ketidakhadiran beberapa pemain penting berdampak langsung pada produktivitas gol.
Liverpool kerap kesulitan untuk memaksimalkan peluang, bahkan dalam situasi ketika mereka mampu menguasai jalannya pertandingan.
Selain itu, kebobolan di menit-menit akhir juga menjadi masalah berulang yang belum terselesaikan sepanjang musim ini.
Tekanan Besar Bagi Arne Slot
Arne Slot kini berada di bawah tekanan dan dituntut untuk segera menemukan solusi. Tugas utamanya adalah mengembalikan konsistensi tim agar Liverpool bisa menutup musim dengan hasil yang lebih positif.
Situasi ini sekaligus menjadi ujian besar bagi Arne Slot dalam mempertahankan reputasi Liverpool sebagai salah satu klub elite Inggris.
Karena jika tidak segera bangkit, musim ini berpotensi menjadi salah satu periode terburuk dalam beberapa tahun terakhir bagi The Reds.






